KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Pemprov Kaltim tengah menggenjot peningkatan kapasitas suplai air baku untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cendana di Samarinda. Melalui proyek pembangunan Intake Apung Karang Asam, tepatnya di tepian Sungai Mahakam, Jalan Slamet Riyadi Kecamatan Sungai Kunjang.
Kapasitas distribusi air baku ditarget naik dua kali lipat, dari semula 500 liter per detik menjadi 1.000 liter per detik. Proyek senilai Rp 14,3 miliar ini dikucurkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim 2025. Pembangunan meliputi instalasi pompa berkapasitas 2 x 250 liter per detik, pembangunan jembatan sepanjang 135 meter, dan pembangunan rumah pompa apung.
“Proyek ini merupakan usulan dan direncanakan Perumdam Tirta Kencana Samarinda, yang kemudian dianggarkan oleh Pemprov. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas air baku IPA Cendana,” ujar Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Pera Kaltim Runandar melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Optimalisasi Intake Karang Asam Dwi Marliani, Kamis (7/8).
Baca Juga: SD 008 Samarinda Sering Kebanjiran, Disdikbud Pertimbangkan Rehab Total Tahun Depan
Proyek ini resmi dikontrak pada Juni lalu dan ditarget rampung Desember 2025. Namun pelaksanaannya tidak tanpa tantangan. Dwi mengungkapkan, salah satu kendala utama adalah kondisi pendangkalan Sungai Mahakam yang memperlambat pergerakan ponton saat proses pemancangan jembatan.
“Saat ini progress pekerjaan mencapai 16 persen. Di lapangan pelaksana membangun jembatan dari bibir sungai ke titik penempatan rumah pompa. Sehingga untuk mengejar target, pelaksana proyek menambah jam kerja. Sistem kerja siang dan malam diberlakukan, menyesuaikan dengan pasang surut sungai agar pengerjaan bisa lebih efisien,” jelasnya.
Baca Juga: DPRD Samarinda Soroti Banyaknya Sekolah yang Rusak, Kondisinya Makin Membahayan
Faktor keamanan juga menjadi perhatian serius, mengingat lokasi intake berada langsung di badan Sungai Mahakam yang merupakan jalur lalu lintas penting bagi kapal pengangkut batu bara, kayu, hingga kapal penumpang. Dwi memastikan, koordinasi lintas instansi telah dilakukan sejak awal.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Polairud Polresta Samarinda, TNI AL, Kementerian Perhubungan melalui Syahbandar Kelas I Samarinda, serta pihak Pertamina Fuel Terminal. Mereka memastikan titik intake tidak akan mengganggu lalu lintas sungai,” tegasnya.
Dwi berharap pembangunan ini bisa berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Jika berhasil, peningkatan kapasitas intake Karang Asam akan memperkuat pasokan air baku produksi air bersi di IPA Cendana. “Sekaligus mendukung pelayanan Perumdam Tirta Kencana agar lebih optimal,” pungkasnya. (*)
Editor : Muhammad Rizki