Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Belum Ada Solusi Permanen, Longsor Perum Keledang Mas Masuk Tahun Kedua

Denny Saputra • Minggu, 10 Agustus 2025 | 17:32 WIB

MENGKHAWATIRKAN: Badan jalan Blok BS Perum Keledang Mas Kecamatan Samarinda Seberang mulai terangkat imbas pergerakan tanah pada area perbukitan, kondisi ini membutuhkan penganan serius Pemkot
MENGKHAWATIRKAN: Badan jalan Blok BS Perum Keledang Mas Kecamatan Samarinda Seberang mulai terangkat imbas pergerakan tanah pada area perbukitan, kondisi ini membutuhkan penganan serius Pemkot
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA– Potensi longsor di Perumahan Keledang Mas, Blok BS RT 20 Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah kota. Dua tahun sejak peristiwa awal pada Mei 2023, ancaman itu belum benar-benar teratasi.

Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi mengungkapkan kondisi longsor di kawasan tersebut berbeda dengan kebanyakan kasus. Karena titik longsor berada di bawah permukaan tanah, sehingga analisis dan penanganannya tidak sederhana. “Kalau longsor di atas tanah bisa langsung dikeruk dan selesai,”ujarnya, Minggu (10/8).

Dia menyebut, dari hasil pengecekan tanah tim geologi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), perbukitan di sekitar perumahan menjadi beban bagi tanah karena titik jenuhnya sudah maksimal. Kalau tidak dipangkas, beban itu makin turun dan memperbesar risiko. “Karena pertimbangan usaha dan manajemen dari pihak pengembang, pemangkasan bukit tidak dilakukan maksimal,” jelasnya.

Januari lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah merekomendasikan agar warga mengungsi. Pemerintah kelurahan bersama DPRD Kota Samarinda, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), BPBD, serta pengembang perumahan kemudian berembuk mencari solusi relokasi.

Aditya menambahkan, pergerakan tanah masih sulit diprediksi, sehingga pemerintah menyiapkan dua tahap penanganan. Pertama, memindahkan warga terdampak ke lokasi aman. Kedua, mengamputasi sumber masalah dengan merekayasa lahan bekas hunian untuk penahan longsor. “Kalau tanah milik perusahaan tidak bisa dieksekusi, kita akan gunakan tanah warga yang direlokasi untuk rekayasa penanganan,” pungkasnya.

Bahwa ecara informal telah disiapkan lahan alternatif di sisi barat perumahan. Namun, lokasinya terpisah dari area lama sehingga perlu dibuka akses jalan baru. “Targetnya Agustus ini sudah ada kejelasan sosialisasi ke warga, agar mereka bisa segera menempati lahan tersebut. Kami berharap Disperkim bisa komitmen membangun fasilitas tahun depan,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi #Perumahan Keledang Mas #pemkot samarinda #longsor