SAMARINDA - Upaya Pemkot Samarinda mengatasi banjir terus dikebut. Salah satu titik krusial berada di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Samarinda Seberang, tepatnya di dekat kolam yang berada di seberang perusahaan alat berat Hexindo. Lokasi ini kerap lumpuh saat hujan deras, lantaran genangan air bisa mencapai lebih dari 70 cm.
Tahun ini, pemerintah memulai proyek peningkatan drainase untuk mengalirkan air dari kolam di sepanjang jalan itu, menyeberang (crossing) menuju saluran anak sungai di belakang Kompi C Yonif 611/AWL, hingga akhirnya bermuara ke Sungai Mahakam.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan drainase Jalan Cipto Mangunkusumo, Dedy Sumbawardana, menyebut anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini mencapai Rp12,43 miliar. “Progres terkini realisasi 38,58 persen, sedikit di atas rencana kumulatif 37,99 persen, dengan deviasi positif 0,60 persen,” jelasnya, Rabu (13/8).
Dia merinci kontrak kerja proyek ini dimulai 19 Juni 2025 dan ditargetkan selesai 2 Desember 2025. Drainase yang dibangun memiliki panjang 418 meter, lebar 3 meter, dan tinggi bervariasi antara 2,25 hingga 4 meter. “Pekerjaan dimulai dari titik STA 0+000 di depan Kompi, hingga STA 0+418 di depan Perumahan Pinang Bahari atau dikenal warga sebagai Warung Ampera,” ucapnya.
Menurut Dedy, anggaran yang tersedia tahun ini cukup untuk menuntaskan seluruh perencanaan, tanpa ada kekurangan dana maupun sisa pekerjaan yang tertunda. Meski begitu, tantangan di lapangan cukup besar. Lokasi proyek berada di jalur padat lalu lintas sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan.
“Solusinya adalah mengatur pengalihan arus lalu lintas atau membagi jalan menjadi dua jalur arus. Jadi mobilitas kendaraan tetap berjalan meski ada penyempitan atau penutupan sementara di titik pekerjaan,” jelasnya.
Dia menambahkan, pekerjaan crossing jalan juga menjadi sorotan. Jalur tersebut termasuk salah satu lintasan tersibuk di Samarinda Seberang, sehingga persiapan teknis dilakukan lebih matang. “Rambu peringatan dan petugas pengatur lalu lintas akan disiagakan selama proses pekerjaan berlangsung,” singkatnya.
Dedy mengimbau masyarakat, khususnya pengendara, untuk berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi proyek. Jika sesuai target, Desember nanti kawasan ini diharapkan bebas dari genangan besar yang selama ini menjadi momok warga. Selain memperlancar arus lalu lintas, proyek ini diharapkan menjadi salah satu solusi nyata mengurangi titik banjir di Samarinda Seberang.
“Kami harap warga memperhatikan rambu-rambu peringatan dan ikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan