Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

MPLS Sekolah Rakyat Terpadu 24 Samarinda, Kenalkan Kehidupan Asrama

Denny Saputra • Selasa, 19 Agustus 2025 | 16:58 WIB

RUTIN: Beberapa siswa SRT 24 Samarinda mengikuti MPLS di aula BPMP Kaltim, Selasa (19/8).
RUTIN: Beberapa siswa SRT 24 Samarinda mengikuti MPLS di aula BPMP Kaltim, Selasa (19/8).
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA– Sekitar 100 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 24 Samarinda mulai menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Gedung BPMP Kaltim, Selasa (19/8). Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari seremonial penerimaan resmi siswa pada Jumat (15/8) lalu.

MPLS tak sekadar pengenalan sekolah. Sejak hari pertama, para siswa langsung diperkenalkan dengan kehidupan asrama yang bakal menjadi keseharian mereka selama menempuh pendidikan di SRT.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sekaligus guru PPKn, Indra Bagus Yudistira, mengulas kegiatan hari pertama Jumat (15/8), bahwa kegiatan dimulai dengan sambutan Wali Kota Samarinda Andi Harun. Kemudian berlanjut pada perkenalan guru, wali asuh, hingga wali asrama.

“Setelah itu langsung pembagian kamar asrama dan perlengkapan dasar siswa. Semua sudah disiapkan, mulai peralatan mandi, sabun cuci, ember, gayung, hingga alat kebersihan kamar masing-masing,” terangnya.

“Bahkan, seragam sekolah juga langsung dibagikan sebagian,” sambungnya.
Terkait kehidupan berasrama yang dijalani siswa, Indra menyebut, setiap siswa bangun pada Pukul 05.30 Wita untuk mandi, lalu salat subuh berjamaah. Setelah itu mereka membersihkan kamar masing-masing dan mengikuti kegiatan olahraga. “Ada senam tiap pagi, kadang juga main bola atau voli di lapangan,” ujarnya.

Soal konsumsi, siswa mendapat jatah makan tiga kali sehari. Sarapan pukul 06.30–08.00, makan siang pukul 13.00, serta makan malam setelah magrib sekitar pukul 19.00.
Meski belum masuk pada pembelajaran formal, siswa diarahkan pada pembekalan life skill. Mulai dari mencuci, menyetrika, hingga menjaga kebersihan lingkungan. “Selain itu ada juga penguatan keagamaan seperti baca tulis Al-Qur’an, kaligrafi, hingga wawasan kebangsaan, bela negara, dan PBB,” terangnya.

Masa MPLS akan berlangsung selama dua minggu, dilanjutkan dengan masa persiapan sekitar 10 minggu, sehingga totalnya 12 minggu, sebelum anak-anak masuk ke materi pembelajaran. Nantinya mereka akan belajar menggunakan LMS (learning management system) dari YLPI Al Hikmah di Surabaya. “Ini sesuai kurikulum yang disiapkan satgas nasional bersama Kemensos, Kemendikdasmen, dan Kemenag,” jelasnya.

Dengan konsep ini, MPLS di SRT 24 Samarinda bukan hanya sekadar orientasi, tapi juga pintu masuk bagi siswa untuk belajar hidup mandiri. “Makanya setelah 12 minggu, para siswa baru akan mulai belajar pelajaran seperti sekolah umumnya,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Indra Bagus Yudistira #MPLS 2025 #Sekolah Rakyat Terintegrasi 24 Samarinda