Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

BNN “Buru” Pegawai Pemkot Samarinda, Personel Satpol PP Kencing Massal, Terungkap Segini yang Hasilnya...

Eko Pralistio • Selasa, 26 Agustus 2025 | 16:12 WIB
KENCING MASSAL: Sebanyak 110 anggota Satpol PP Samarinda digilir tes urine untuk diperiksa jajaran BNN Samarinda. (RAMA SIHOTANG/KP)
KENCING MASSAL: Sebanyak 110 anggota Satpol PP Samarinda digilir tes urine untuk diperiksa jajaran BNN Samarinda. (RAMA SIHOTANG/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Tak ada yang bisa sembunyi. Sebanyak 110 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda digilir tes urine oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Samarinda, Selasa (26/8).

Langkah itu jadi cara deteksi dini penyalahgunaan narkoba di tubuh institusi penegak perda tersebut.

Satu per satu anggota dipanggil ke ruangan khusus, diminta menyisihkan urine ke tempat yang disediakan. Hasilnya langsung diperiksa petugas BNN.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Samarinda Rinadya Kartikasari Haryana menuturkan, tes itu bagian dari program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Satpol PP itu wajah pemerintah di lapangan. Kalau aparatnya bersih, masyarakat makin percaya. Tes urine itu upaya preventif biar enggak ada yang coba-coba narkoba,” ujarnya.

Selain tes urine, edukasi dan sosialisasi soal bahaya narkoba juga dilakukan. Menurut Rinadya, pencegahan jauh lebih efektif ketimbang penindakan. “Kalau sudah pakai, penanganannya lebih sulit. Makanya kami dorong instansi rutin tes mandiri,” jelasnya.

Bagi yang positif, BNN menegaskan tak langsung dipidana, tapi diarahkan rehabilitasi. “Pecandu itu korban. Fokus kami pulihkan mereka biar bisa produktif lagi,” tambahnya.

Senada, Kepala Satpol PP Samarinda Anis Siswantini menyebut, tes tersebut merupakan awal. Dari total 443 anggota, baru 110 orang yang ikut. “Semua akan dites bertahap. Satpol PP harus jadi contoh disiplin. Kalau ada yang positif, kami bina. Kalau enggak bisa dibina, ya dibinasakan organisasi. Enggak ada kompromi,” tegas Anis.

Menurut Anis, aparat penegak perda harus punya fisik dan mental kuat. “Kalau sehat dan bebas narkoba, pelayanan ke masyarakat pasti maksimal,” tutupnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#satpol pp #tes urine #narkotika #samarinda