Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Stok Beras Premium di Samarinda Masih Aman, Tak Tanggung-Tanggung Harganya Tembus Segini Per Kilogram

Eko Pralistio • Rabu, 27 Agustus 2025 | 17:31 WIB
BERTAHAP: Hasil pantauan Dinas Perdagangan Samarinda, harga beras premium di pasar tradisional bervariasi. (DOK/KP)
BERTAHAP: Hasil pantauan Dinas Perdagangan Samarinda, harga beras premium di pasar tradisional bervariasi. (DOK/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Di saat Jabodetabek tengah kelimpungan akibat kelangkaan beras premium, kondisi berbeda terlihat di Samarinda. Dinas Perdagangan Samarinda memastikan stok beras premium masih aman hingga akhir 2025. Namun, harga di pasar mulai merangkak naik.

“Alhamdulillah, untuk Samarinda insyaallah aman. Bulog bersama Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) dan Polresta rutin mendistribusikan beras premium. Bahkan Polresta menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan pasokan tiga ton per hari sampai Desember,” ujar Ketua Tim Pengendalian Barang Pokok dan Barang Penting Dinas Perdagangan Samarinda, Heny Kartika Handayani, Rabu (27/8).

Kondisi aman bukan berarti tanpa masalah. Heny mengakui sempat ada ritel modern menarik beras premium dari etalase. Pemicunya, isu beras oplosan yang sempat beredar di pasaran.

“Beberapa ritel menarik stok dari pusat untuk diperiksa. Bukan dioplos, hanya kualitasnya tak sesuai label premium karena kadar patahannya tinggi,” jelas Heny.

Hasil pantauan Dinas Perdagangan, harga beras premium di pasar tradisional bervariasi. Pasar Segiri, Merdeka, dan Ijabah kisaran Rp 17.500 per kilogram. Pasar Kedondong dan Lok Bahu Rp 16.000 per kg. Sedangkan Pasar Bengkuring tembus Rp 19.500 per kg. Rata-rata harga di pasaran Rp 17.000 per kg.

Namun, pedagang menyebut harga di lapangan kerap lebih mahal. “Ongkos angkut dari distributor tinggi. Jadi kami jual di atas Rp 18.500 sampai Rp19.000 per kilo,” kata Saipul, pedagang di Pasar Segiri. Hal serupa disampaikan Rahmah, pedagang di Pasar Merdeka.

Heny mengingatkan warga tetap jeli saat membeli beras. “Periksa kadar patahan dan warnanya. Kalau butir patahnya terlalu banyak, nasi bisa lembek. Untuk lebih yakin, belilah di pasar tradisional yang bisa langsung dicek kualitasnya,” sarannya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#naik #beras #samarinda #premium