Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ingatkan Pentingnya Vaksinasi Campak di Samarinda, Lebih Menular dari Covid, Ternyata Ini Efek Bahayanya

M Hafiz Alfaruqi • Selasa, 2 September 2025 | 17:47 WIB
Ilustrasi Campak
Ilustrasi Campak

SAMARINDA–Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti menanggapi pernyataan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, yang menyebut campak jauh lebih berbahaya dengan tingkat penularan hingga 18 kali lipat dibanding Coronavirus Disease.

Menurut Puji, penyakit campak atau morbili tidak bisa dianggap remeh. Dapat menyerang berbagai organ vital anak.

“Kalau imunisasinya tidak lengkap, anak-anak bisa menderita penyakit macam-macam. Campak itu bisa menyerang otak hingga menyebabkan meningitis atau radang otak, bahkan bisa berakibat fatal,” jelasnya, Selasa (2/9).

Campak kerap menimbulkan gejala awal seperti demam tinggi, batuk, pilek, hingga ruam di kulit. Jika tidak segera ditangani, infeksi dapat menjalar ke paru-paru dan memperparah kondisi anak. “Kalau sudah menyerang otak, bisa menyebabkan anak tidak sadarkan diri, bahkan meninggal dunia,” ucapnya.

Pemerintah telah menyediakan program imunisasi campak secara gratis di posyandu maupun puskesmas. “Anak usia 9 bulan wajib diimunisasi. Jadi kalau masih ada yang terkena campak, kemungkinan besar anak tersebut memang tidak pernah vaksin,” katanya.

Namun, dia juga menyoroti masih adanya sebagian orang tua yang menolak imunisasi karena alasan kepercayaan tertentu.

“Tidak apa-apa jika ada yang tidak mau imunisasi, tapi mereka harus bisa menjamin anaknya sehat, bergizi baik, dan lingkungannya bersih. Kalau tidak, anaknya sangat rentan terserang penyakit,” tegasnya.

Meski imunisasi tidak sepenuhnya menjamin anak terbebas dari campak, Puji menyebut manfaatnya sangat besar untuk mencegah keparahan. “Anak yang sudah vaksin mungkin masih bisa tertular, tapi gejalanya tidak berat. Karena sistem imun sudah mengenali virus itu,” pungkasnya.

Editor : Dwi Restu A
#campak #samarinda #imunisasi #bahaya