Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dua Buron Kasus Bom Molotov Unmul Ditangkap, Sempat Lari Keluar Samarinda

Eko Pralistio • Jumat, 5 September 2025 | 12:22 WIB

 

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyampaikan perkembangan kasus bom molotov yang ditemukan di FKIP Unmul.    
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyampaikan perkembangan kasus bom molotov yang ditemukan di FKIP Unmul.  
 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Dua buron kasus bom molotov yang ditemukan aparat kepolisian di kampus FKIP Universitas Mulwarman (Unmul), Minggu (31/8) malam, sempat melarikan diri ke kota tetangga.

Namun pelariannya tak semulus yang direncanakan. Keduanya berinisial N dan L sudah diamankan kepolisian Kamis (4/9) sore.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar, menjelaskan update perkembangan kasus tersebut. Kedua terduga pelaku itu sudah diamankan kemarin sore sekitar pukul 16.30 Wita. "Sudah diamankan, dan saat ini sedang diperiksa," jelasnya, Jumat (5/9).

Hendri menyebut, dua orang yang diduga sebagai aktor intelektual perencanaan perakitan bom molotov yang hendak dibawa ke aksi demonstrasi pada Senin, 1 September 2025 lalu, melarikan diri ke Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Kami amankan di sebuah kebun keluarga dari terduga pelaku berinisial N, tepatnya di kawasan Samboja, Kukar," bebernya.

Pada saat ini, lanjut dia, kedua orang tersebut masih terus dilakukan pemeriksaan untuk menggali peran mereka dari temuan bom molotov di Unmul. Hendri menegaskan, bahwa N dan L sebelum melarikan diri sempat hadir di aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kaltim.

"Tapi karena dia mulai sadar bahwa sedang dicari keberadaannya, sehingga dia langsung ke Kukar. Tapi alhamdulillah sudah diamankan," imbuhnya.

Disinggung perihal status pendidikan dari dua terduga pelaku itu, Hendri menyebut, untuk saat ini baru satu orang yang dapat diidentifikasi.

"Salah satu dari mereka pernah berkuliah di Fakultas  Ilmus Sosial dan Politik Unmul, yang satunya kami dalami. Domisili dua-duanya Samarinda, tapi bukan asli orang Samarinda," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Menurut Hendri, komunikasi antara salah satu tersangka dari empat mahasiswa dengan aktor intelektual itu terungkap melalui percakapan di aplikasi pesan singkat.

“Pesannya berbunyi ‘Dek, nanti akan saya drop bahan baku/material’. Lalu dijawab ‘Bahan baku apa, Bang?’ dan dibalas ‘Bahan baku yang dibuat untuk melempar-lempar saat aksi’,” kata Hendri. (*)

Editor : Sukri Sikki
#kasus bom molotov #ditangkap #Polresta Samarinda