Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sekolah Rakyat Tahap Kedua di Samarinda Masih Tersendat, Dinsos Pastikan Siswa Tetap Belajar

Denny Saputra • Minggu, 7 September 2025 | 09:36 WIB

 

Gedung BPVP di Jalan Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang, diproyeksikan untuk pelaksanaan skrining kesehatan 64 calon siswa SR tahap kedua, dari jenjang SD-SMA.
Gedung BPVP di Jalan Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang, diproyeksikan untuk pelaksanaan skrining kesehatan 64 calon siswa SR tahap kedua, dari jenjang SD-SMA.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR) tahap kedua di Samarinda masih diwarnai sejumlah kendala. Meski demikian, Dinas Sosial (Dinsos) memastikan seluruh calon siswa tetap bisa bersekolah.

Program yang digelar di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, Jalan Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang ini menampung 64 calon siswa. Rinciannya, 20 orang setingkat SMA, 25 jenjang SMP, dan 19 siswa SD kelas 4.

Baca Juga: Kangen Band Comeback di Samarinda! Siap Bikin Baper Malam Dies Natalis Unmul 63

Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos Samarinda, Sofyan Agus, mengakui pendaftaran tahap kedua sempat terkendala.

Pasalnya, pengumuman dilakukan berdekatan dengan masa MPLS sekolah reguler, sehingga sebagian anak sudah lebih dulu memilih sekolah lain.

“Jadi, meskipun momentumnya sudah agak terlambat, alhamdulillah perlahan terpenuhi juga. Baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA,” ujarnya, Minggu (7/9).

Menurut Sofyan, sejumlah orang tua bahkan menanyakan kepastian anaknya bisa sekolah atau tidak. Ia menegaskan, sesuai instruksi Wali Kota Samarinda, anak-anak tetap akan belajar.

“Kalau ditanya apakah pasti masuk, jawabannya pasti. Hanya saja teknisnya masih menunggu keputusan dari Kementerian Sosial,” tegasnya.

Selain MPLS, skrining kesehatan bagi calon siswa juga belum memiliki jadwal pasti. Namun, Dinsos telah menyiapkan lokasi pemeriksaan di BPVP Samarinda. Gedung tersebut dipilih karena area cukup luas dan akses jalan yang memadai.

“Kalau tahap pertama tes kesamaptaan dilakukan di Stadion Segiri karena ada lari jarak tertentu. Saat itu gedung BPMP tidak memungkinkan. Sekarang di BPVP, areanya mendukung sehingga bisa dilaksanakan di sana,” jelasnya.

Dengan berbagai keterbatasan, Dinsos menegaskan komitmennya memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan. Pemerintah daerah juga berharap arahan teknis dari pusat segera turun agar tahapan berjalan lancar.

“Intinya, kami di daerah sudah siap. Bahkan informasi dari Kementerian PU, gedung BPVP yang direnovasi untuk asrama dan ruang kelas sudah siap digunakan,” tambah Sofyan.

Ia menekankan, program Sekolah Rakyat merupakan terobosan pemerintah pusat untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin tetap mendapat akses pendidikan formal.

Baca Juga: Dilema Bayang-Bayang Tingkat Pengangguran Nasional : Kota Samarinda Tawarkan Solusi Lewat Pelatihan Kerja

Meski banyak tantangan, Dinsos optimistis pelaksanaan tahap kedua berjalan lebih baik dengan dukungan semua pihak.

“Sekolah Rakyat tahap pertama sudah berjalan. Untuk tahap kedua, kami tinggal menunggu keputusan pusat terkait jadwal skrining kesehatan hingga MPLS,” pungkasnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#Dinsos Samarinda #BPVP Samarinda #mpls #Sekolah Rakyat