Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Matangkan Jadwal GPM di 59 Kelurahan, Fokus pada Beras SPHP

Denny Saputra • Kamis, 11 September 2025 | 14:29 WIB

JADI SOLUSI: Pemkot merencanakan penjualan beras SPHP ke 59 kelurahan sebagai antisipasi kelangkaan stok beras. (RAMA SIHOTANG/KP)
JADI SOLUSI: Pemkot merencanakan penjualan beras SPHP ke 59 kelurahan sebagai antisipasi kelangkaan stok beras. (RAMA SIHOTANG/KP)

SAMARINDA-Pemkot Samarinda tengah menyiapkan jadwal dan titik pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 59 kelurahan se-Kota Tepian. Fokus utama program ini adalah penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga terjangkau, menyusul kondisi distribusi beras yang sempat terganggu sebulan terakhir.

Asisten II Pemkot Samarinda Marnabas Patiroy menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga harga beras tetap stabil di pasar. Rencananya harga minimal yang dijual yakni Rp 60 ribu per karung/5 kg. “Tidak boleh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 65.500. Kita sudah ditugaskan maksimal jual Rp 60 ribu,” jelasnya, usai rapat koordinasi di Gedung PKK Samarinda, Kamis (11/9).

Marnabas menyebut, stok beras untuk GPM di Samarinda tersedia hingga 7.000 ton. Dari jumlah itu, sekitar 1.000 ton atau 15 persen sudah digelontorkan tahun ini. Rata-rata, 6 ton beras bisa disalurkan per hari. “Pokoknya kalau masyarakat butuh, kita gelontorkan. Hanya memang kalau dilepas masif, kasihan pedagang. Jadi kita imbangi sesuai kebutuhan lapangan,” jelasnya.

Baca Juga: Jalan Ir Sutami Rusak Menahun, Kelurahan Tuai Keluhan Imbas Kecelakaan

Ia menambahkan, pelaksanaan GPM akan dilakukan secara situasional, sesuai kondisi tiap kelurahan. Mekanismenya sederhana, yakni diumumkan melalui lurah dan RT. Masyarakat bisa langsung datang ke lokasi untuk membeli. “Kalau ada gejolak di lapangan, kita langsung turunkan. Bahkan kita siapkan ratusan ton untuk disalurkan serentak di 59 kelurahan jika memang mendesak. TNI-Polri, Disdag, hingga Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga siap mendukung,” imbuhnya.

Namun, Pemkot mengingatkan masyarakat agar beras dari GPM tidak diperjualbelikan kembali atau dioplos. Batas pembelian maksimal dua karung atau 10 kilogram per keluarga. “Ini khusus untuk konsumsi. Tidak boleh dijual lagi,” tegas Marnabas. Selain program GPM, bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dari pusat juga tetap berjalan. Marnabas memastikan, indikasi penimbunan beras tidak ditemukan di Samarinda.

“Kalau timbun justru rugi. Situasi beras kita aman. Hanya sempat ada gejolak kecil karena keterlambatan distribusi dari Sulawesi dan Jawa bulan lalu. Begitu ada kendala, langsung kita rapatkan solusi,” tambahnya. Dengan pengaturan yang lebih merata, Pemkot berharap GPM mampu menjaga stabilitas harga beras sekaligus membantu daya beli masyarakat. “Kita kumpul dan rencanakan titiknya supaya tidak tumpang tindih. Misalnya di Sungai Siring, Palaran, Sambutan, jangan sampai mubazir,” pungkasnya. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#gerakan pangan murah (gpm) #samarinda