Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Wacana Pemindahan Fuel Terminal Samarinda, Pertamina Patra Niaga Kalimantan Sebut Belum Ada Kepastian

Denny Saputra • Jumat, 12 September 2025 | 20:17 WIB

 

 

Pertamina Fuel Terminal (FT) Samarinda di Jalan Cendana, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang.
Pertamina Fuel Terminal (FT) Samarinda di Jalan Cendana, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang.

SAMARINDA – Isu pemindahan Pertamina Fuel Terminal (FT) Samarinda dari Jalan Cendana, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, kembali mencuat. Wacana ini hampir setiap tahun menjadi perbincangan, namun hingga kini realisasinya belum juga terlihat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun menegaskan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan teknis. Menurutnya, memindahkan sebuah depo bahan bakar tidak bisa dilakukan secara instan.

“Apa yang dikerjakan Pertamina saat ini masih dalam pembahasan engineering. Karena memindahkan depo itu tidak mudah, ada instalasi dan berbagai peralatan yang harus diperhitungkan,” ujarnya, Jumat (12/9).

Selain aspek teknis, Edi menyebut urusan lahan juga masih dalam proses penyelesaian. Tanah yang direncanakan untuk lokasi baru masih menunggu kepastian yakni di kecamatan Palaran.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun.

“Kami perlu waktu melakukan pemindahan. Apalagi proyek ini berskala nasional dan melibatkan keputusan dari pusat yakni PT Pertamina (persero). Jadi tidak bisa serta-merta diputuskan di tingkat daerah,” jelasnya.

Rencana pemindahan fuel terminal ke kawasan Palaran disebut menjadi salah satu opsi yang paling memungkinkan. Meski begitu, Edi tidak menutup mata terhadap tantangan yang menyertainya.

“Melihat situasi saat ini, pemindahan memang menjadi salah satu alternatif. Karena jelas tidak mungkin memindahkan warga di sekitar depo lama. Potensi gesekan sosial sangat besar dan ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan,” tambahnya.

Sebagai informasi, Fuel Terminal Samarinda Group merupakan bagian dari Marketing Operation Region (MOR) Kalimantan yang bertanggung jawab atas distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kaltim dan sebagian Kaltara. Terminal ini melayani 70 SPBU reguler, 5 SPBU 3T, 52 agen penyalur minyak solar (APMS), 1 SPBN, 1 SPBB, 44 Pertashop, serta 69 pelanggan industri.

Produk yang didistribusikan mencakup Pertamax Turbo, Pertamax, Pertalite, Dexlite, dan Biosolar B35 dengan kapasitas penimbunan mencapai 18.455 kiloliter. Sepanjang 2022, throughput yang tercatat bahkan menembus 882.402,77 kiloliter per tahun.

“Jadi wajar kalau rencana pemindahan membutuhkan waktu panjang, karena menyangkut rantai distribusi energi di Kaltim,” ujar Edi.

Meski begitu, Pertamina memastikan akan terus memberikan informasi terbaru terkait progres pemindahan ini. “Kami akan meng-update perkembangan dari pusat. Prinsipnya, semua opsi sedang dipertimbangkan demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#Pertamina Fuel Terminal #samarinda