Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dari Kutai, Banjar, Jawa, hingga Sunda: Potret Keberagaman di Kursi Gubernur Kalimantan Timur 1957-Sekarang ​

Khoirun Nisa • Sabtu, 13 September 2025 | 14:33 WIB

Potret Gubernur Kaltim dari masa ke masa.
Potret Gubernur Kaltim dari masa ke masa.

KALTIMPOST.ID, Sejak ditetapkan sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur menjadi sorotan nasional.

Namun, jauh sebelum itu, provinsi ini telah menunjukkan sebuah potret keberagaman yang unik, salah satunya tercermin dari latar belakang para pemimpin yang pernah mendudukinya.

​Sejak 1957, kursi Gubernur Kalimantan Timur telah diduduki oleh tokoh-tokoh dari berbagai suku bangsa.

Mulai putra asli daerah seperti Kutai dan Dayak, hingga tokoh berlatar belakang Banjar, Jawa, Sunda, bahkan Mandar.

​Dinamika ini menunjukkan bahwa panggung politik "Bumi Etam" sangat cair dan inklusif, di mana kepemimpinan tidak didominasi oleh satu suku tertentu.

Berikut adalah daftar lengkap para pemimpin yang telah membentuk sejarah Kalimantan Timur!

Daftar Gubernur Kalimantan Timur dari Masa ke Masa

1. Aji Pangeran Tumenggung Pranoto

2. Abdoel Moeis Hassan

3. Soekadio

4. Abdoel Wahab Sjahranie

5. Erry Soepardjan

6. Soewandi Roestam

7. Muhammad Ardans

8. Suwarna Abdul Fatah

9. Yurnalis Ngayoh

10. Awang Faroek Ishak

11. Isran Noor

12. Rudy Mas’ud

Politik Inklusif Tanpa Dominasi

​Melihat daftar di atas, terlihat jelas bahwa tidak ada satu pun suku yang mendominasi kursi gubernur secara berkelanjutan.

Suku Banjar dan Jawa memang beberapa kali mengisi posisi ini, namun selalu diselingi oleh suku asli seperti Kutai dan Dayak, serta suku pendatang lainnya.

​Fenomena ini menunjukkan bahwa politik di Kalimantan Timur tidak semata-mata ditentukan oleh identitas kesukuan, melainkan lebih pada kapasitas, visi pembangunan, dan dinamika dukungan politik saat itu.

Terpilihnya gubernur dari etnis Sunda (Suwarna A.F.) hingga Mandar (Rudy Mas’ud) menjadi bukti nyata keterbukaan tersebut.

​Kehadiran para Penjabat (Pj.) dan Pelaksana Tugas (Plt.) di masa transisi juga menambah warna dalam sejarah kepemimpinan di Kaltim.

​Terlebih dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara, Kaltim akan menghadapi perubahan demografi, ekonomi, dan politik yang juga dinamis. Sejarah kepemimpinan yang inklusif ini bisa menjadi modal sosial yang kuat.

Pemimpin mendatang, dari suku manapun ia berasal, dituntut untuk mampu mengelola pluralisme ini dengan bijak demi menjamin harmoni dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat "Bumi Etam".

Editor : Hernawati
#gubernur #daftar gubernur dari masa ke masa