Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Chat Istri Orang dan Minta Foto Begini, Siswa SMA Dipukul dan Handphone Dirampas, Ternyata Ini Alasannya

Eko Pralistio • Jumat, 19 September 2025 | 12:17 WIB
Ilustrasi penganiayaan (AI)
Ilustrasi penganiayaan (AI)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Gara-gara nekat mengirim pesan lewat WhatsApp kepada istri orang, seorang pelajar SMA di Samarinda jadi bulan-bulanan. Dia dipukul, telepon genggamnya dirampas oleh suami perempuan tersebut.

Kapolsek Samarinda Kota AKP Kadiyo membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa itu berlangsung di SMA 15 Samarinda beberapa waktu lalu.

Awalnya korban yang masih duduk di bangku kelas XI itu mengirim pesan kepada seorang perempuan berinisial N. Isinya meminta foto tak senonoh. Pesan tersebut ternyata dibaca suaminya. Tak terima, sang suami langsung melacak keberadaan pengirim pesan.

“Korban sempat membalas bahwa dia ada di sekolah. Tidak lama kemudian pelaku datang bersama istrinya ke sekolah,” jelas Kadiyo.

Pelaku lantas memanggil korban keluar kelas. Di hadapan sekuriti dan istrinya, pelaku menanyakan alasan korban menghubungi istrinya. Korban hanya bisa minta maaf. Namun, emosi suami perempuan tersebut terlanjur meledak. Pelaku memukul telinga kiri korban dua kali dengan tangan kosong.

Korban kemudian dibawa ke ruang guru. Di sana, pelaku kembali berulah. Tanpa alasan jelas, dia merampas ponsel korban. Akibat pemukulan itu, telinga korban sobek. Dia langsung dibawa ibunya ke RS Dirgahayu untuk visum. Setelah itu, korban resmi melapor ke Polsek Samarinda Kota.

Selang sehari, Selasa (16/9) malam, tim opsnal Reskrim Polsek Samarinda Kota membekuk pelaku di Jalan Sejati, Kelurahan Sambutan. “Setelah diamankan dan diinterogasi, pelaku mengakui semua perbuatannya,” ujar Kadiyo.

Kepada penyidik, pelaku mengaku sakit hati karena istrinya diganggu. Emosi memuncak saat korban meminta foto tak senonoh. Usai merampas ponsel korban, pelaku langsung menjualnya melalui Facebook. Uang hasil penjualan dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Kini pelaku ditahan di Polsek Samarinda Kota. Polisi menjeratnya dengan pasal tindak pidana kekerasan terhadap anak dan pemerasan. (*)

Editor : Dwi Restu A
#dipukul #anak sma #foto tak senonoh #samarinda