KALTIMPOST.ID, Berdiri megah di tepi Sungai Mahakam, Islamic Center Samarinda bukan hanya ikon kebanggaan Kalimantan Timur (Kaltim), tetapi juga sebuah mahakarya arsitektur.
Tak banyak yang tahu, masjid ini memegang status sebagai yang terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal di Jakarta. Jadi pusat aktivitas keagamaan di Kota Samarinda.
Bukan sekadar tempat ibadah, Islamic Center yang bernama asli Masjid Baitul Muttaqien ini adalah pusat peradaban, wisata religi, dan simbol harmoni yang menyimpan banyak detail filosofis.
Berikut lima fakta menakjubkan di baliknya!
- Terbesar Kedua di Asia Tenggara dengan Kapasitas 45.000 Jemaah
Dengan luas bangunan utama mencapai 43.500 meter persegi di atas lahan seluas 12 hektare, Islamic Center Samarinda mampu menampung sekitar 45.000 jemaah.
Skalanya yang masif menjadikannya pusat kegiatan Islam terbesar di Indonesia bagian timur. Keren ya!
- Arsitektur “Tiga Benua” yang Memukau
Kemegahan Islamic lahir dari perpaduan harmonis arsitektur dari berbagai belahan dunia:
- Kubah Utama: Mengadopsi gaya megah dari Masjid Hagia Sophia di Turki.
- Desain Menara: Terinspirasi dari menara Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.
- Gerbang-gerbang Tinggi: Mencirikan gaya arsitektur Eropa kuno.
Perpaduan ini menciptakan sebuah bangunan dengan karakter yang unik dan tak tertandingi.
Baca Juga: Kasus Dugaan Eksploitasi Anak di Samarinda, DPR RI Sentil Aparat Penegak Hukum dan Pemerintah Daerah
- Filosofi Angka di Setiap Menara
Masjid ini memiliki total 7 menara, dan tidak ada satupun yang dibangun tanpa makna:
- 1 Menara Utama: Menjulang setinggi 99 meter, melambangkan 99 Asmaul Husna.
- 6 Menara Lainnya: Merepresentasikan 6 Rukun Iman. Enam menara ini terbagi lagi menjadi 4 menara setinggi 70 meter di setiap sudut masjid, dan 2 menara setinggi 57 meter di bagian gerbang.
- Detail Interior dan Fasilitas Keagamaan
Filosofi mendalam juga terasa hingga ke bagian dalam masjid:
Anak Tangga: Pengunjung akan menaiki 33 anak tangga dari lantai dasar ke ruang utama, jumlah yang sama dengan sepertiga biji tasbih, mengajak untuk berzikir di setiap langkah.
Beduk Raksasa: Di serambi, terdapat sebuah beduk raksasa yang terbuat dari kulit sapi asli dengan kayu dari pohon Bengkirai khas Kalimantan.
Islamic Center ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendidikan TK dan SD Al-Fath, dan Taman Pendidikan Quran (TPQ).
Memiliki faslitas pendukung lainnya seperti layanan kesehatan poliklinik plus, gedung serba guna, rumah imam dan penjaga masjid, museum mini dan radio-TV Islamic Center.
Masjid ini juga memiliki perpustakaan yang berisi beragam literatur keagamaan dan umum.
- Sejarah yang Melibatkan Dua Presiden RI
Masjid ini dibangun di atas bekas lahan penggergajian kayu milik PT Inhutani I yang dihibahkan kepada Pemprov Kaltim. Pembangunannya sarat akan nilai sejarah nasional:
- Tiang Pancang Pertama: Diresmikan oleh Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, pada 5 Juli 2001.
- Peresmian Masjid: Dilakukan oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, pada 16 Juni 2008.
Keterlibatan dua kepala negara ini menunjukkan betapa pentingnya proyek pembangunan Islamic Center Samarinda bagi Indonesia.
Gimana, kemegahan dan fakta menarik Islamic Center Samarinda bikin bangga kan! Mana yang baru kamu tau? (Khoirun Nisa)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko