Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pemuda Hilang Misterius di Loa Bakung Samarinda, Ini yang Dilakukan Tim Gabungan

Eko Pralistio • Selasa, 30 September 2025 | 15:18 WIB
PENCARIAN: Seorang pemuda bernama Agung mendadak hilang sejak Senin (29/9) sore. Padahal pamit sebentar untuk membeli mi instan.
PENCARIAN: Seorang pemuda bernama Agung mendadak hilang sejak Senin (29/9) sore. Padahal pamit sebentar untuk membeli mi instan.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Warga RT 36, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, dibuat geger. Seorang pemuda bernama Agung mendadak hilang sejak Senin (29/9) sore. Padahal, dia hanya pamit sebentar untuk membeli mi instan.

Hingga Selasa (30/9) sore, jejaknya belum juga ditemukan. Yang tertinggal hanya sepasang sandal di tepian hutan yang berada di atas perkampungan warga.

Ketua RT 36 Ramli menyebut, Agung sempat pamit kepada temannya. Namun, bukannya turun ke warung, dia justru berjalan ke arah hutan. “Kalau beli mi biasanya ke bawah, ke kiri. Tapi dia malah belok kanan, naik ke arah hutan. Temannya sempat menegur, tapi tidak dihiraukan,” jelasnya, Selasa (30/9).

Setelah 15 menit tak kunjung kembali, warga mulai curiga. Mereka lantas melakukan pencarian spontan hingga malam. Namun, hasilnya nihil. “Kami cari sampai Magrib, lanjut malam. Tidak ketemu juga. Akhirnya saya sebarkan informasi ke grup relawan,” tambahnya.

Agung sendiri diketahui baru beberapa hari di Samarinda. Dia datang pada Sabtu malam, tinggal sementara di rumah kerabatnya. Rencananya, sang ayah akan menjemput pada Selasa (30/9) untuk membawanya pulang ke Tenggarong.

Peristiwa itu mengingatkan warga pada kejadian serupa beberapa tahun lalu. Saat itu, seorang perempuan juga tersesat di hutan Loa Bakung. “Untungnya waktu itu korban bisa ditemukan, meski kondisinya lemah dan tidak mampu bicara,” tegas Ramli.

Setelah menerima laporan dari grup relawan ITS, Tim Beat 7 langsung bergerak ke lokasi. Wakasat Samapta Polresta Samarinda AKP Ribut memastikan, pihaknya turun langsung membantu pencarian. “Medannya berat, terjal, dan licin. Tapi Polri hadir untuk masyarakat. Kami berusaha maksimal,” tegasnya.

Sedikitnya empat personel Polresta Samarinda, satu personel Polsek Sungai Kunjang, dibantu relawan serta Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), terus menyisir hutan. Radius pencarian diperluas hingga 10 kilometer dari titik terakhir keberadaan korban. “Kami tetap optimistis. Semua pihak sudah berusaha semaksimal mungkin,” pungkas Ribut.(*)

Editor : Dwi Restu A
#hilang #hutan #samarinda