KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Samarinda terpaksa dihentikan sementara. Belum ada kejelasan kapan program itu kembali berjalan dan berapa sekolah yang distop sementara.
Namun, informasi yang dihimpun media ini, salah satunya yang membenarkan bahwa program itu distop sementara ada di SMA 2 Samarinda. Hal itu dibenarkan Kepala SMA 2, Agus Gazali saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp, Selasa (30/9).
“Ya betul, mulai Senin kemarin dihentikan sementara. Kalau tidak salah alasannya teknis, tapi tidak ada disebut evaluasi,” ungkap Agus.
Di SMA 2, program MBG sejauh ini berjalan lancar. Setiap hari ada 1.077 porsi makanan didistribusikan untuk siswa dari kelas X hingga XII. Normalnya makanan datang pukul 09.00 Wita. Namun, sesekali sekolah meminta waktu distribusi diundur jika ada kegiatan. “Biasanya pukul 09.00 Wita datang. Kalau ada kegiatan kami minta agak siang,” tambah Agus.
Program itu sudah berjalan sekitar satu setengah bulan sebelum akhirnya dihentikan. Agus menegaskan, di sekolahnya tidak ada keluhan serius dari siswa. “Tidak ada. Segala kekurangan kami sikapi biasa. Hanya soal rasa, kadang dianggap kurang pas. Itu juga sudah dievaluasi lewat angket dari petugas,” jelasnya.
Isu soal lauk basi sempat beredar di beberapa sekolah lain. Namun, Agus memastikan hal itu tidak pernah terjadi di SMA 2. “Kalau laporan begitu tidak sampai ke saya. Dugaan saya mungkin ada yang dimasak duluan, jadi basi. Tapi kalau di sini tidak ada, hanya masalah rasa,” bebernya.
Sayangnya, hingga kini belum ada kejelasan kapan program MBG akan dilanjutkan. “Tidak ada ditentukan. Jadi batas waktunya belum bisa dipastikan,” pungkas Agus. (*)
Editor : Dwi Restu A