KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda menggelar Pelatihan Keamanan Pangan bagi Penjamah Makanan di Sentra Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan itu diikuti hampir seluruh SPPG yang ada di Samarinda.
Kepala Diskes Samarinda Ismid Kusasih menjelaskan, pelatihan itu menjadi tindak lanjut dari instruksi Satgas MBG.
“Dari 13 SPPG di Samarinda, untuk hari ini sudah ada sekitar 200 penjamah makanan yang dibekali tata cara pengolahan pangan sesuai standar, mulai memasak, mengemas, memaketkan, hingga distribusi ke sekolah,” ujarnya Selasa (30/9).
Menurut Ismid, antusiasme peserta cukup tinggi. Pihaknya juga mengingatkan pentingnya pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Kesehatan.
“SLHS itu wajib dimiliki agar layanan MBG benar-benar memenuhi standar higienitas dan keamanan pangan,” tegasnya.
Selain pembekalan teknis, Diskes Samarinda juga menekankan aspek kesiapsiagaan. Dengan dukungan 26 puskesmas dan rumah sakit rujukan, tim Satgas MBG disiagakan untuk mengantisipasi potensi kasus keracunan makanan. “Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada catatan kasus keracunan MBG di Samarinda. Pernah ada makanan basi di salah satu sekolah, tapi langsung ditangani,” jelasnya.
Kegiatan itu juga menghadirkan perwakilan BGN wilayah Kalimantan Timur, mengingat MBG merupakan program nasional. Pelatihan itu merupakan langkah preventif agar risiko kesehatan bisa ditekan sejak dini.
Ismid memberikan pesan khusus kepada para penjamah makanan. “Pekerjaan mereka adalah pekerjaan mulia. Mereka memberi makan generasi emas bangsa, anak-anak didik kita. Harus dilakukan dengan sepenuh hati, sesuai standar, agar aman, sehat, dan bergizi,” tutupnya. (*)
Editor : Dwi Restu A