SAMARINDA - Terminal Sungai Kunjang kian ditinggalkan penumpang. Untuk rute ke Balikpapan, masyarakat justru lebih memilih naik dari terminal bayangan di Jalan APT Pranoto, Kecamatan Samarinda Seberang. Alasan utamanya sederhana, fasilitas di terminal resmi jauh dari kata memadai.
Seorang sopir bus, Mistoadi, sekaligus Ketua RT 37 Kelurahan Sungai Keledang Kecamatan Samarinda Seberang, di sekitar lokasi, menyebut terminal bayangan lebih lengkap. Fasilitasnya didukung oleh warga sekitar, mulai penitipan kendaraan, warung makan, toko kelontong, hingga toilet.
“Kalau di terminal Sungai Kunjang minim fasilitas, penumpang jadi malas menunggu di sana,” ujarnya ditemui di sela kegiatan penertiban tim Satpol PP - Dishub Kaltim, Kamis (2/10).
Bagi sopir, kondisi ini turut berdampak pada biaya operasional. Mistoadi mengungkapkan, setiap bus minimal harus mengangkut 15 penumpang agar bisa berangkat. Jika tidak, penumpang dialihkan ke bus berikutnya sementara bus kosong harus kembali ngetem. “Makanya banyak yang lebih memilih langsung naik di Jalan APT Pranoto, lebih praktis,” jelasnya.
Ia menambahkan, pola pergerakan bus juga sebenarnya sudah mengarah ke sana. Bus berangkat dari Terminal Sungai Kunjang, kemudian berhenti di terminal bayangan pertama di simpang tiga Jalan Untung Suropati–Jalan Ir Sutami, lalu berlanjut ke Jalan APT Pranoto. Setiap pemberhentian memakan waktu sekitar 10 menit.
“Kalau di APT Pranoto, penumpang dari kota langsung naik di sini. Pola ini juga terjadi di banyak kota di Indonesia,” terangnya.
Meski demikian, keberadaan terminal bayangan tetap dianggap melanggar aturan. Tim gabungan Satpol PP Provinsi Kaltim, Dishub Kaltim, dan Dishub Samarinda bahkan turun melakukan monitoring di APT Pranoto. Tindakan itu menindaklanjuti laporan masyarakat lewat aplikasi Si Pintar yang menilai operasional terminal bayangan meresahkan.
Mistoadi berharap pemerintah tidak serta-merta melarang tanpa solusi. Baginya, pelayanan publik harus tetap mempertimbangkan kenyamanan masyarakat. “Kalau memang tidak boleh lagi di jalan, tolong fasilitas terminal resmi diperbaiki dulu. Penumpang pasti mau ke sana kalau merasa nyaman,” tegasnya.
Ia bahkan mengungkapkan persoalan keamanan di Terminal Sungai Kunjang. “Di sini (terminal bayangan), penitipan kendaraan memang berbayar tapi aman. Di terminal resmi, bahkan motor kru bus pernah hilang,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan