Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Atasi Kemacetan, Parkir Liar, dan Polusi, Dishub Siapkan Skema Khusus dan Program Angkutan Pelajar, Ternyata Begini Bentuknya

M Hafiz Alfaruqi • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 18:16 WIB
PAPARKAN: Kepala Dinas Perhubungan Samarinda Hotmarulitua Manalu (berdiri podium) memaparkan rencana pengadaan angkutan umum massal dan uji coba angkutan pelajar. 
PAPARKAN: Kepala Dinas Perhubungan Samarinda Hotmarulitua Manalu (berdiri podium) memaparkan rencana pengadaan angkutan umum massal dan uji coba angkutan pelajar. 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda terus menyiapkan langkah strategis dalam mewujudkan moda transportasi ideal untuk mendukung program Samarinda Maju (Mandiri, Adil, Berjaya, dan Unggul). Salah satunya dengan menghadirkan layanan angkutan umum massal berbasis skema Buy The Service (BTS).

Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu mengatakan, kehadiran angkutan massal menjadi kebutuhan mendesak karena mampu menjawab berbagai persoalan transportasi perkotaan.

“Dengan adanya angkutan umum massal, bisa mengurai permasalahan kemacetan, keberadaan jukir liar, polusi udara, keterbatasan ruang lalu lintas, hingga angka kecelakaan,” jelasnya.

Selain rencana angkutan massal, Dishub juga tengah menyiapkan program khusus angkutan pelajar. Uji coba dijadwalkan berlangsung pada Oktober atau November 2025.

“Kami akan menyewa bus untuk angkutan pelajar, berlaku 2,5 jam di pagi, dan 2,5 jam di siang. Rencana awal sekitar 8 sampai 12 unit, difokuskan dulu untuk sekolah-sekolah di wilayah Samarinda Kota,” ungkapnya.

Menurutnya, bus pelajar tersebut akan gratis untuk digunakan siswa SD, SMP, hingga SMA sesuai rute yang ditetapkan. Anggaran yang disiapkan berkisar Rp 600 juta hingga Rp 900 juta melalui APBD Perubahan 2025.

“Prinsipnya wali kota sudah menyetujui. Setelah fix, kami akan undang kepala sekolah terkait agar siswanya bisa memanfaatkan layanan tersebut,” tambahnya.

Meski belum menggunakan bus listrik, Manalu meyakini program itu dapat menjadi solusi nyata mengurangi kemacetan jika masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

“Satu bus medium bisa menampung 40 penumpang. Kalau 40 orang naik motor, ruang jalan yang dipakai sekitar 60 meter persegi. Sedangkan bus hanya 22,5 meter persegi. Jadi ada 37,5 meter persegi ruang jalan yang bisa dihemat. Kalau shifting berjalan, kemacetan, parkir liar, bahkan emisi gas buang bisa ditekan,” pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#kemacetan #parkir liar #transportasi #dishub