KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda Ismid Kusasih memastikan, penghentian sementara itu hanya terkait penyesuaian Standar Operasional Prosedur (SOP) internal.
Diskes belum menerima pemberitahuan resmi dari pengelola SPPG maupun Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Samarinda terkait penutupan tersebut. “Itu berdasarkan keterangan Pak Haryono, selaku koordinator BGN Samarinda. Mereka melakukan penyesuaian SOP, bukan karena ada kasus kesehatan atau keracunan. Tidak ada laporan resmi ke Dinas Kesehatan soal alasan penutupan,” jelasnya, Selasa (7/10).
Langkah itu murni bersifat administratif. “Mungkin mereka sedang memperbaiki standar operasional, entah dari sisi manajemen bahan gizi atau dapur produksinya. Jadi penutupan sementara dilakukan untuk memastikan semuanya sesuai prosedur,” terangnya.
Ketika ditanya berapa sekolah yang terdampak akibat penghentian sementara itu, Ismid menyarankan agar hal tersebut dikonfirmasi langsung ke SPPG. “Itu wewenang mereka (SPPG). Dinas Kesehatan tidak mengatur jumlah sekolah yang dilayani SPPG,” tegasnya.
Meski belum ada kepastian waktu kapan operasional SPPG akan kembali berjalan, Ismid memperkirakan prosesnya tidak akan lama, mengingat penyesuaian hanya berkaitan dengan SOP internal. “Kalau cuma penyesuaian SOP, saya rasa tidak lama. Asal sudah selesai evaluasi dan perbaikan, bisa segera beroperasi kembali,” ucapnya.
Ismid menegaskan, Dinas Kesehatan baru akan turun tangan jika terdapat indikasi masalah kesehatan pelajar, seperti kasus keracunan atau pelanggaran sanitasi pangan. “Kalau ada rekomendasi dari BGN atau laporan terkait gangguan kesehatan, baru kami akan tindak lanjut sesuai prosedur. Tapi sejauh ini tidak ada laporan kasus semacam itu,” tegasnya.
Diskes Samarinda memastikan kondisi pangan sekolah di kota ini masih aman. “Masyarakat tidak perlu khawatir. Kami terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar standar gizi dan keamanan pangan tetap terjaga,” tutupnya. (*)
Editor : Dwi Restu A