KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Warga yang bermukim di sekitar proyek pembangunan terowongan di Jalan Kakap, RT 19, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, mulai merasa tidak tenang.
Aktivitas alat berat dalam proyek berskala besar itu disebut kerap menimbulkan getaran hebat hingga merusak rumah warga.
Salah satunya dialami Risma, warga yang rumahnya berdempetan langsung dengan lokasi proyek. Dia menceritakan bagaimana getaran besar sempat membuat penghuni rumah panik.
“Kami di dalam rumah tiba-tiba terasa bergetar. Waktu dicek, ternyata alat berat mereka lagi ngangkat beban (kren), terus jatuh (beton). Batu-batu juga ikut jatuh di dekat pohon pisang,” ujarnya, Selasa (15/10) malam.
Menurut Risma, peristiwa seperti itu bukan sekali dua kali terjadi. Setiap kali alat berat beroperasi, dinding rumahnya ikut bergetar. “Bayangkan aja, Mas, batu sampai jatuh. Masa rumah kami enggak goyang. Sampai jantung rasanya ikut bergetar,” tuturnya.
Akibat getaran itu, sejumlah bagian rumah warga mulai mengalami kerusakan. Mulai dari keramik yang retak, tembok yang retak, hingga pintu yang tak lagi bisa tertutup rapat.
Warga berharap ada perhatian dari pihak proyek maupun pemerintah setempat. “Kami minta perbaikan aja dulu, rumah-rumah kami sudah banyak yang rusak. Sudah beberapa kali ganti lurah, tapi belum ada yang datang ngecek,” keluh Risma.
Dia mengaku belum pernah mendapat komunikasi resmi dari pihak pelaksana proyek terkait ganti rugi. “Belum ada. Kalau memang mau ganti rugi, jangan sedikit, karena bangun rumah sekarang mahal. Tapi sementara ini, tolong diperbaiki dulu kerusakan kami,” tegasnya.
Warga berharap pihak proyek segera turun meninjau kondisi sekitar agar dampak pekerjaan tidak semakin meluas. “Pokoknya kami ingin ada tanggapan, jangan dibiarkan," tutupnya. (*)
Editor : Dwi Restu A