KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kebakaran yang melanda Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Rabu (29/10), kembali membuka persoalan klasik: lemahnya sistem proteksi kebakaran di gedung-gedung bertingkat di Kota Samarinda.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 07.15 Wita itu membuat pengunjung panik. Saat petugas pemadam tiba di lokasi, ditemukan sejumlah fasilitas proteksi tak berfungsi sebagaimana mestinya. Hydrant tak otomatis dan sprinkler tidak aktif, hanya alarm yang bekerja dengan baik.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deny Hakim Anwar menyebut kondisi itu menunjukkan lemahnya pengawasan dan tanggung jawab pengelola gedung terhadap keselamatan publik. “Lagi-lagi kami temukan hal yang sama. Sprinkler tidak berfungsi, hydrant tidak otomatis. Padahal ini kewajiban utama gedung bertingkat,” tegasnya.
Menurut Deny, sistem proteksi kebakaran adalah syarat mutlak agar gedung boleh beroperasi. Selain memastikan peralatan berfungsi, pengelola juga wajib memiliki tim tanggap darurat internal. “Jangan sampai alatnya ada tapi tak ada orang yang tahu cara menanganinya,” ujarnya.
Dewan berencana menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah hotel dan gedung bertingkat lain di Samarinda. Tujuannya memastikan seluruh fasilitas proteksi kebakaran benar-benar terpasang dan berfungsi sesuai standar. “Awal bulan depan kami jadwalkan sidak dan pemanggilan pengelola gedung. Kami ingin tahu mana saja yang belum memenuhi standar keselamatan,” katanya.
Baca Juga: Kebakaran di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Damkar Sebut Sistem Proteksi Tak Standar
Deny menambahkan, banyak bangunan lama di Samarinda yang diduga mengabaikan sistem proteksi kebakaran. Karena itu, kebakaran di Hotel Bumi Senyiur harus menjadi peringatan keras bagi semua pengelola gedung. “Keselamatan publik tidak boleh dinegosiasikan,” tegas politikus Gerindra itu.
Sementara itu, pihak hotel memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka. Marcomm Manager Hotel Bumi Senyiur, Carrolyne Yevado Tohjoyo, mengatakan api cepat dikendalikan berkat kerja sama tim internal hotel dan Dinas Pemadam Kebakaran. “Seluruh tamu dan karyawan dalam kondisi aman,” ujarnya.
Sumber api berasal dari salah satu kamar tamu, namun penyebab pasti masih diselidiki. Untuk sementara, operasional hotel ditutup selama proses investigasi dan pembersihan area terdampak. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki