Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Menaker Buka PBK dan PBL di Samarinda, Harapkan Lulusan Lebih Inovatif dan Buka Peluang Kerja Baru

Muhammad Aufal Fresky • Jumat, 31 Oktober 2025 | 18:57 WIB

Menaker Yassierli membuka (PBK) Batch 5 dan Project Based Learning (PBL) Batch 3 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, Kaltim, Kamis (30/10/2025). (FOTO: IST)
Menaker Yassierli membuka (PBK) Batch 5 dan Project Based Learning (PBL) Batch 3 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, Kaltim, Kamis (30/10/2025). (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Batch 5 dan Project Based Learning (PBL) Batch 3 resmi dibuka oleh Menaker Yassierli di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (30/10/2025).

Seperti yang dilansir laman JawaPos.com, Yassierli mendorong para peserta pelatihan untuk memanfaatkan kesempatan pelatihan sebaik-baiknya guna memperkuat kompetensi dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja. Pasalnya, tantangan dunia kerja ke depan semakin berat. Industri kini membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan sertifikasi, bahkan tenaga kerja yang mampu menguasai bahasa asing.

Dalam kesempatan tersebut, dia meminta peserta memanfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. “Masa depan kalian masih panjang, dan bekal kompetensi yang kuat akan menjadi kunci untuk bersaing di dunia kerja,” tegasnya. 

Tidak hanya itu, secara khusus, Menaker menjelaskan tentang Project Based Learning (PBL). Menurutnya, PBL merupakan salah satu inisiatif baru Kemnaker di bawah kepemimpinannya. Melalui program ini, peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah (problem solving).

“Disebut Project Based Learning karena peserta dilatih untuk menjadi problem solver. Misalnya ada proyek smart building atau smart farming, mereka bisa merencanakan, mengerjakan, dan menawarkan jasa atau solusi itu sendiri kepada perusahaan,” ucapnya. 

Harapannya, Menaker berharap para lulusan pelatihan tidak hanya siap diserap industri, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi dan membuka peluang kerja baru di masa depan.

“Kita ingin lulusan pelatihan tidak sekadar menunggu tawaran pekerjaan, tetapi justru bisa menawarkan jasanya. Misalnya, mereka bisa bilang ke perusahaan, ‘Saya bisa mengotomatisasi operasional gedung’ atau mengotomatisasi yang lainnya,” pungkasnya. 

 

Editor : Uways Alqadrie
#Pelatihan Berbasis Kompetensi #BPVP Samarinda #Menaker Yassierli