SAMARINDA - Pemkot Samarinda menerima audiensi dari Koperasi Merah Putih (KMP) Kelurahan Lempake, Selasa (4/11), yang memaparkan rencana pengembangan usaha di bidang peternakan domba. Pertemuan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Samarinda beserta jajaran Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Diskumi).
Kepala Diskumindag Samarinda Jusmardhana Alus mengatakan inisiatif dari KMP Lempake menunjukkan semangat pelaku koperasi untuk berinovasi dan memperluas sektor usaha yang potensial di tingkat kelurahan. Pihaknya, mengapresiasi langkah tersebut, tapi tetap perlu dilakukan kajian kelayakan usaha terlebih dahulu.
“Intinya mereka menyampaikan rencana pengembangan usaha peternakan domba dan meminta dukungan Pemkot agar bisa berjalan baik,” ujarnya, Selasa (4/11).
Ia menjelaskan, Wali Kota Samarinda memberikan respons positif terhadap rencana tersebut, apalagi program yang digagas sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. “Pak wali menilai hal ini langkah bagus, terutama karena mendorong ekonomi warga dari bawah,” imbuhnya.
Menurut Jusmardhana, KMP Lempake saat ini dijadikan sebagai mock up atau percontohan bagi pengembangan koperasi produktif di tingkat kelurahan. Artinya, koperasi lain di 58 kelurahan di Samarinda diharapkan bisa mencontoh langkah aktif yang dilakukan KMP Lempake.
“Lempake jadi model dulu. Kami ingin koperasi lain juga bergerak, tidak hanya berdiri di atas kertas. Dalam waktu dekat, kami akan memanggil koperasi-koperasi lain untuk menindaklanjuti program penguatan kelembagaan dan usaha mereka,” jelasnya.
Selain itu, Diskumi kini tengah melakukan pendataan terhadap aset lahan milik Pemkot yang bisa digunakan atau dipinjam pakai sebagai kantor dan gerai koperasi. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu koperasi memiliki ruang usaha yang representatif dan berkelanjutan.
“Kami mendorong agar koperasi bisa bermitra, baik dengan Pemprov, Pemkot hingga swasta, termasuk memanfaatkan lahan yang tersedia secara legal dan produktif,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan