Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Antusias Warga Tinggi, 6 Ribu Lebih Kunjungi Pameran Kesehatan Samarinda 2025, Ini Rentetan Penyakit yang Ditemukan

M Hafiz Alfaruqi • Senin, 10 November 2025 | 13:13 WIB
TERCATAT: Dari hasil pemeriksaan cek kesehatan gratis yang digelar di GOR Segiri lewat kegiatan Pameran Kesehatan Gratis, Diskes mendata sejumlah penyakit. 
TERCATAT: Dari hasil pemeriksaan cek kesehatan gratis yang digelar di GOR Segiri lewat kegiatan Pameran Kesehatan Gratis, Diskes mendata sejumlah penyakit. 

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Antusias masyarakat terhadap Pameran Kesehatan Samarinda 2025 terbilang luar biasa.

Selama tiga hari pelaksanaan, 7–9 November 2025, tercatat lebih 6 ribu pengunjung memadati GOR Segiri. Kegiatan bertema “Samarinda Sehat Cegah Stunting: Deteksi Dini Seluruh Keluarga untuk Samarinda Maju”,  menjadi bukti meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda Ismid Kusasih mengatakan, capaian jumlah pengunjung tersebut menjadi indikator positif bahwa kesadaran warga akan pentingnya menjaga kesehatan semakin tinggi.

“Enam ribu lebih pengunjung yang hadir menunjukkan masyarakat tahu dan peduli dengan apa yang dilakukan pemerintah, khususnya melalui Dinas Kesehatan, puskesmas, hingga posyandu,” ujar Ismid. 

Tahun ini menjadi pelaksanaan ketiga pameran kesehatan yang digelar Diskes Samarinda sejak 2023. Berbeda dari dua tahun sebelumnya yang berlangsung di pusat perbelanjaan (mal), tahun ini pameran untuk pertama kalinya diadakan di GOR Segiri. “Kami ingin suasananya lebih luas dan terbuka untuk masyarakat. Ternyata antusiasnya tinggi sekali,” kata Ismid.

Beragam kegiatan edukatif dan layanan kesehatan digelar selama pameran, mulai  Cek Kesehatan Gratis (CKG), senam Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), talkshow tentang stunting, hingga lomba edukasi kesehatan untuk pelajar. Dinas Kesehatan juga melibatkan seluruh puskesmas di Samarinda, laboratorium, rumah sakit, serta organisasi profesi bidang kesehatan.

Menanggapi hasil pemeriksaan CKG yang dilakukan selama gelaran, Ismid menyebut data masih direkap panitia. Namun, secara umum hasilnya tidak jauh berbeda dengan tren penyakit yang kerap ditemukan dalam pemeriksaan CKG.

“Penyakit yang paling sering muncul masih seputar hipertensi, diabetes, dan kadar gula darah tinggi. Itu memang penyakit tidak menular yang banyak ditemui,” ungkapnya.

Untuk kelompok anak-anak, lanjut Ismid, kasus yang paling sering ditemukan adalah obesitas dan karies gigi. “Secara nasional dua masalah itu yang tertinggi di kelompok usia anak,” jelasnya.

Saat ini, seluruh 26 puskesmas di Samarinda sudah siap melaksanakan layanan CKG secara berkala. Bahkan, kegiatan serupa juga akan rutin dihadirkan pada berbagai momentum kota. “Misalnya saat peringatan ulang tahun Samarinda, kami pasti adakan CKG. Itu juga jadi bagian dari gerakan masyarakat hidup sehat atau Germas,” terang Ismid.

Menurutnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan juga mulai memperluas pelaksanaan CKG ke fasilitas kesehatan swasta agar pemeriksaan dini lebih merata. “Puskesmas tetap jadi ujung tombak, tapi ke depan layanan serupa bisa lebih mudah diakses masyarakat luas,” pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#penyakit #samarinda #dinas kesehatan