KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Rencana relokasi sejumlah sekolah yang kerap terdampak banjir dan longsor di Samarinda mulai menemui kejelasan.
Setelah dilakukan peninjauan lapangan Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, dipastikan sebagian besar sekolah tak perlu dipindah.
Ketua TWAP Samarinda Syaparudin menjelaskan, hasil tinjauan di beberapa sekolah menunjukkan bahwa persoalan utama bukan terletak pada lokasi bangunan, melainkan pada kondisi drainase yang tidak berfungsi maksimal.
“Untuk SD 013 dan SMP 24 di Jalan Pangeran Suryanata, hasil evaluasi kami tidak perlu relokasi. Masalah utama di sana drainase di pinggir jalan yang tidak lancar menghantarkan arus air ke Sungai Mahakam,” jelas Syaparudin, Rabu (12/11).
Menurutnya, drainase di kawasan tersebut hanya berfungsi sebagian, tepatnya dari Simpang Empat Masjid Fathul Khair hingga Warung Banjar H Kuni, dengan sisa sekitar 1.100 meter yang belum terkoneksi hingga saluran utama. Akibatnya, air limpasan dari kawasan perumahan dan eks TPA Bukit Pinang mengalir ke arah sekolah, menimbulkan genangan yang kerap membuat lingkungan sekolah tergenang.
Sebagai langkah jangka pendek, TWAP bersama PUPR akan melakukan perbaikan drainase, membuat pintu air di sekitar SMP 24, termasuk menutup pagar sekolah yang selama ini menjadi jalur masuk air limpasan ke halaman sekolah.
“Kami yakin, jika drainase itu tersambung dan berfungsi penuh, banjir di sekitar SD 013 dan SMP 24 bisa teratasi. Bahkan banjir air di sekitar Jalan P Suryanata sedemikan rupa diharapkan bisa teratasi, karena ada beberapa titik krusial di sana banjirnya cukup dalam,” tambahnya.
Selain itu, kondisi serupa juga ditemukan di SMP 27 Batu Cermin. Syaparudin menegaskan sekolah tersebut juga tidak perlu direlokasi. “Permasalahan di sana hanya pada tanah di belakang sekolah yang rawan longsor. Solusinya, tanah akan dikeruk dan diratakan dengan elevasi yang lebih rendah agar stabil. Setelah itu, tidak akan ada lagi potensi longsor,” ujarnya.
Berbeda halnya dengan SMP 48 yang menumpang SD 004 dan SD 016 di Jalan Proklamasi. Berdasarkan hasil koordinasi, SMP 48 dipastikan akan mendapat bangunan baru yang tidak jauh dari area semula. “Sudah diminta kepada BPKAD dan Disdikbud untuk mencarikan lahan baru. Prinsipnya, tetap di sekitar situ agar tidak memberatkan siswa yang sebagian besar tinggal di kawasan tersebut,” kata Syaparudin.
Rencananya, laporan hasil pencarian lahan baru tersebut akan disampaikan kepada Wali Kota Samarinda Andi Harun dalam waktu dekat. “Dalam seminggu ke depan, sudah harus ada laporan final terkait lahan baru untuk SMP 48,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A