Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jumlah Titik Insinerator di Samarinda Berkurang, Mesin Tetap 10 Unit

Denny Saputra • Kamis, 13 November 2025 | 15:39 WIB

PERLAHAN: Beberapa tukang terlihat memasang atap pada bangunan penunjang insinerator di Jalan Nusyirwan Ismail (ring road 2) Kelurahan Lok Bahu Kecamatan Sungai Kunjang, Kamis (13/11). (DENNY SAPUTRA)
PERLAHAN: Beberapa tukang terlihat memasang atap pada bangunan penunjang insinerator di Jalan Nusyirwan Ismail (ring road 2) Kelurahan Lok Bahu Kecamatan Sungai Kunjang, Kamis (13/11). (DENNY SAPUTRA)

SAMARINDA– Pemerintah Kota Samarinda menegaskan, jumlah titik pembangunan insinerator sampah komunal mengalami penyesuaian dari semula 10 menjadi sembilan lokasi. Meski begitu, jumlah mesin yang akan dipasang tetap 10 unit, karena satu titik akan menampung dua mesin sekaligus.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Suwarso, menjelaskan perubahan ini dilakukan setelah tim teknis meninjau kesiapan lahan di sejumlah lokasi. Salah satunya di kawasan Jalan Nusyirwan Ismail (Ring Road 2), yang semula direncanakan berdiri satu unit.

“Di titik itu kami putuskan dua mesin ditempatkan berdampingan, karena ada satu calon lokasi lain yang berdekatan dengan sekolah yakni di Jalan Jakarta 2. Jadi demi keselamatan dan efisiensi lahan, kami konsolidasikan di situ,” jelasnya, Kamis (13/11).

Baca Juga: 10 Insinerator Dibangun Rampung Tahun Ini: DPRD Pastikan Ramah Lingkungan

Di samping itu pihaknya akan membuka peluang kerja bagi calon operator yang akan mengoperasikan mesin dalam satu shit dan penjaga keamanan dalam tiga shift. Karena estimasi sementara, satu lokasi butuh sekitar 7 sampai 8 orang. “Lima orang untuk operator dan tiga petugas keamanan dengan sistem tiga shift,” ujarnya.

Suwarso menambahkan, tahap awal masih berupa sosialisasi dengan camat di wilayah yang menjadi titik penempatan insinerator. Sementara itu, pengiriman unit mesin sudah mulai tiba di Samarinda dan sebagian sedang dirakit. “Sekitar seminggu lalu unit baru datang. Di Polder Air Hitam sudah mulai dirakit, dan ada enam lokasi lain yang juga siap dirakit. Total 10 unit sudah sampai,” terangnya.

Untuk mendukung operasional, DLH akan membuka rekrutmen setelah seluruh syarat teknis disiapkan bersama pihak kecamatan. Calon operator akan mendapat pelatihan intensif, meliputi pengoperasian mesin, keterampilan teknis, serta pemahaman keselamatan kerja. “Karena ini berkaitan dengan panas dan uap bertekanan tinggi, operator wajib dilatih dulu agar aman,” tegasnya.

Baca Juga: Menteri Lingkungan Hidup Cek Pengelolaan Sampah di Samarinda, Mengapa Penggunaan Insinerator Dikritik?

Adapun proses rekrutmen dan pelatihan dijadwalkan berlangsung akhir November hingga Desember 2025. Di Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, pembangunan fisik insinerator juga mulai dikebut setelah lahan dinyatakan siap. “Sudah mulai mobilisasi alat berat dan pemasangan material. Targetnya semua selesai akhir tahun,” ungkapnya.

Dengan sembilan titik aktif dan sepuluh mesin insinerator yang beroperasi, Pemkot berharap kapasitas pengelolaan sampah kota bisa meningkat signifikan. “Tahap pelatihan akan digelar di Samarinda selama sepekan sebelum petugas diterjunkan. Prinsipnya, semua kami siapkan paralel agar bisa langsung jalan,” tutupnya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#insinerator pengolahan sampah #samarinda #insinerator