Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Disdikbud Samarinda Belum Rencanakan Bangun Sekolah Baru, Pertimbangkan Keseimbangan antara Negeri dan Swasta

Denny Saputra • Minggu, 16 November 2025 | 18:18 WIB

 

Kepala Disdikbud Samarinda Asli Nuryadin
Kepala Disdikbud Samarinda Asli Nuryadin
 

SAMARINDA - Wacana penambahan sekolah negeri kembali mencuat seiring berakhirnya tahun anggaran 2025. Namun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda memastikan bahwa pihaknya belum merencanakan pembangunan sekolah baru dalam waktu dekat.

Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin menyampaikan saat ini pihaknya masih mengupayakan kesinambungan sekolah negeri dan swasta. Bahwa ekspansi sekolah negeri tidak bisa dilakukan secara agresif karena berpotensi mematikan sekolah swasta. “Terlebih selama ini sekolah swasta menjadi mitra pemerintah dalam penyediaan layanan pendidikan,” ucapnya, Minggu (16/11).

Saat ini Samarinda memiliki 165 sekolah negeri, termasuk 50 SMP. Tiga di antaranya, SMP  49, dan 50, baru berdiri dalam dua tahun terakhir, serta satu SD yakni SD 028 di kawasan sekolah terpadu, kecamatan Sungai Kunjang.

“Itu saja. Yang ada memang menambah akses masyarakat,” singkatnya.

Ia menilai persepsi bahwa jumlah SMP di Samarinda masih kurang tak selalu tepat. Menurutnya, kebutuhan antarjenjang tidak bisa dibandingkan secara langsung karena struktur usia dan jumlah tingkatannya berbeda.

“Masyarakat tidak bisa menyamakan SD, SMP, dan SMA. Tiap kelurahan harus ada sekolah juga tidak bisa dipukul rata. Pendidikan itu makin ke atas, makin mengerucut,” ujarnya.

Asli memaparkan, jumlah murid SD di Samarinda sekitar 80 ribu siswa yang tersebar dalam enam tingkatan. Sedangkan SMP memiliki sekitar 33 ribu siswa untuk tiga tingkatan. Jika dihitung per angkatan, jumlahnya relatif sepadan. “Jadi jangan dipikir SD 80 ribu, SMP 33 ribu itu bagaimana menampungnya. Hitung per tingkatan. Equivalent,” jelasnya.

Menurutnya, persoalan daya tampung sering muncul hanya karena konsentrasi pendaftaran di sekolah-sekolah yang dianggap unggulan. Padahal, secara keseluruhan, kapasitas 50 SMP negeri di Samarinda sudah mampu menampung lulusan SD setiap tahun.

“Yang bikin kacau itu masyarakat maunya berkumpul di satu sekolah. Kalau mau menyebar, sebenarnya daya tampung kita aman,” tutupnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#Disdikbud Samarinda #sekolah swasta