KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Operasi Zebra Mahakam 2025 kembali digelar kepolisian dengan sasaran yang lebih luas. Tak hanya pelanggaran lalu lintas, polisi juga membidik aktivitas ilegal yang belakangan marak, yakni balap liar.
Wakapolresta Samarinda AKBP Heri Rusyaman mengatakan, ada delapan fokus utama dalam operasi tahun ini. Mulai pengendara yang memakai ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, hingga pengendara motor yang membonceng lebih dari satu orang.
Pelanggaran lain yang dibidik adalah pengendara motor tanpa helm SNI, pengemudi mobil yang tidak memakai sabuk pengaman, serta mereka yang berkendara dalam pengaruh alkohol.
Selain itu, pengendara yang melawan arus hingga memacu kendaraan melebihi batas kecepatan juga masuk radar penindakan. “Yang paling penting adalah balap liar. Itu delapan sasaran yang akan kami tegakkan melalui jalur penegakan hukum,” ujar Heri, Senin (17/11).
Menurutnya, penanganan balap liar tidak bisa dilakukan polisi sendirian. Dia mengajak seluruh pihak, terutama keluarga, untuk ikut mengawasi anak-anak agar tidak terlibat dalam aksi berbahaya tersebut. “Kalau ada indikasi balap liar, segera informasikan kepada kami. Keselamatan berlalu lintas itu penting. Jika terjadi kecelakaan, yang rugi kita semua,” tegasnya.
Operasi Zebra Mahakam 2025 akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 17 hingga 30 November mendatang. Sebanyak 100 personel diturunkan sepanjang operasi digelar. (*)
Editor : Dwi Restu A