Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pihak Sekolah Tunggu Rencana Relokasi SMP 48

Denny Saputra • Selasa, 18 November 2025 | 17:02 WIB
MENDESAK: Bangunan SMP 48 di Jalan Proklamasi Kecamatan Sungai Pinang tak lagi ideal untuk pengembangan sekolah.
MENDESAK: Bangunan SMP 48 di Jalan Proklamasi Kecamatan Sungai Pinang tak lagi ideal untuk pengembangan sekolah.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Rencana pemindahan SMP Negeri 48 Samarinda mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Mengingat sekolah ini berada satu lahan dengan dua sekolah lain, yakni SD 004 dan SD 016 Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang.

Kepala SMPN 48 Suprayitna menerangkan, bahwa relokasi sudah menjadi kebutuhan mendesak agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih layak dan maksimal. Saat ini sekolah berdiri di Jalan Proklamasi, berbagi lahan dua sekolah lainnya. “Secara kawasan juga terlalu sempit untuk menampung aktivitas tiga satuan pendidikan sekaligus,” terangnya dikonfirmasi, Selasa (18/11).

Suprayitna menceritakan, SMP 48 didirikan pada 2019 sebagai respons atas banyaknya anak di kawasan Jalan Proklamasi- Jalan Gerilya yang tidak tertampung di sekolah negeri. Karena keterbatasan lahan, bangunan SMP digabungkan dalam kompleks SD 016. Konsekuensinya, jam belajar pun tidak ideal.

“Pembelajaran kami sangat kurang maksimal. Anak-anak baru mulai belajar pukul 13.00 sampai 17.00 WITA karena berbagi tempat dengan SD yang menggunakan gedung di pagi hari,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat sekolah kesulitan menjalankan pembelajaran yang optimal, termasuk kegiatan pengembangan minat dan bakat siswa. Relokasi dinilai sebagai solusi agar seluruh proses belajar dapat berjalan penuh di pagi hari, selaras dengan ritme pendidikan formal.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Andi Harun yang sangat peduli terhadap SMP Negeri 48. Relokasi ini harapan besar kami agar pembelajaran bisa maksimal dan bakat anak-anak bisa berkembang,” ujarnya.

Meski kawasan Jalan Proklamasi kerap tergenang saat hujan, Suprayitna memastikan lingkungan sekolah tidak terdampak secara langsung. Hanya satu ruang kelas di bagian depan yang pernah mengalami genangan. Selebihnya aktivitas belajar tetap bisa berjalan. Karena itu, pihak sekolah berharap lokasi relokasi nanti tetap berada di sekitar Proklamasi agar akses siswa tetap mudah.

“Kami menginginkan lokasi yang dekat dan mudah dijangkau. Kalau terlalu jauh, akses anak-anak menjadi lebih sulit dan berpotensi membuat mereka terlambat,” harapnya.

Tingginya minat masyarakat juga menjadi alasan penting perlunya relokasi. Sejak berdiri, SMP 48 selalu menerima pendaftar dalam jumlah besar, namun tidak mampu menampung semuanya karena keterbatasan ruang. Saat ini sekolah memiliki 12 rombel dengan total 401 siswa serta 22 guru dan tenaga kependidikan (GTK). Kapasitas tersebut sudah tidak memungkinkan penambahan ruang tanpa memperluas lahan.

“Pendaftar setiap tahun luar biasa. Kami tidak sanggup menampung lebih banyak murid karena ruang yang tersedia terbatas. Harapan kami relokasi ini terwujud sehingga pendidikan di SMP 48 bisa berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Ismet Rifani
#Kepala SMPN 48 Suprayitna #relokasi SMP Negeri 48 #andi harun