KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga di Samarinda segera memasuki tahap konstruksi. Sejumlah persiapan telah dilakukan, termasuk sosialisasi kepada perangkat wilayah yang akan terdampak.
Proyek ini dipastikan membawa konsekuensi lapangan, mulai dari galian hingga pembatasan aktivitas sementara, karena itu pelaksana meminta dukungan penuh dari pemerintah kota dan masyarakat.
Kontruksi Manajer PT Panca Indah Jayamahe Muh Arif Pianto, selaku pelaksana, menjelaskan, sosialisasi menjadi langkah wajib sebelum pengerjaan dimulai. Hanya saja pola sosialisasinya tidak langsung menyasar calon pelanggan.
“Kami lebih mengundang perangkat wilayah atau RT. Bisa dari kecamatan dulu, baru perangkat menyampaikan ke warganya,” ujarnya, Rabu (19/11).
Ia menegaskan bahwa pihak kontraktor hanya bertanggung jawab pada pekerjaan konstruksi. Pengaduan teknis, pembayaran, maupun pelayanan setelah jaringan beroperasi ditangani tim operasi dan pemeliharaan yang terpisah.
“Untuk pemeliharaan ada timnya sendiri, di luar kewenangan kami. Begitu juga pembayaran dan pengaduan. Kami fokus di instalasi dan konstruksi,” jelasnya.
Proyek jargas ini ditargetkan rampung akhir Juli 2026. Masa kerja konstruksi berlangsung sekitar delapan bulan, terhitung sejak November hingga proses pengujian selesai. “Kami bekerja sampai Juli 2026, termasuk uji coba jaringan,” singkatnya.
Meski perencanaan teknis relatif matang, tantangan sosial diprediksi tetap muncul. Arif menilai pekerjaan model ini selalu bersinggungan dengan aktivitas warga, sehingga komunikasi menjadi kunci.
“Kendala pasti ada, terutama karena ini proyek sosial yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Kami harus menjelaskan, memastikan warga paham alurnya,” ujarnya.
Untuk meminimalkan gangguan, koordinasi lintas sektor dilakukan sejak awal. Kontraktor juga menyiapkan tim lapangan per sektor lengkap dengan kontak person, serta membuka jalur cepat penanganan jika terjadi kendala terkait utilitas lain.
“Kami bersinergi di lapangan. Jika ada potensi bersinggungan misalnya dengan pipa milik Perumdam, PIC-nya langsung menghubungi tim Perumdam agar segera ditangani,” terangnya.
Dia berharap masyarakat memberi ruang bagi pelaksana untuk bekerja, mengingat jargas akan menjadi infrastruktur pelayanan publik jangka panjang. Sedangkan, untuk tarif, operasional, dan pelayanan nantinya ada bagian tersendiri.
“Pemkot pasti terlibat, karena pekerjaan ini berada di bawah naungan Pemkot. Pengawasan dari mereka penting untuk memastikan standar terpenuhi. Kami harap dukungan warga agar proses konstruksi bisa berjalan lancar,” tutupnya.
Sebelumnya, pemkot menggelar sosialisasi internal bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, di ruang Aratula, Gedung Bapperida Samarinda. Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, hadir memberikan arahan sekaligus menekankan pentingnya kesiapan teknis sebelum pekerjaan fisik dimulai.
“Sosialisasi pemasangan jargas ini untuk internal dulu. Nanti tahap dua baru ke tokoh masyarakat dan warga yang wilayahnya dilewati. Mereka harus dapat informasi secara detail,” ujarnya, Selasa (18/11).
Sebagai informasi, program jargas ini merupakan bagian dari alokasi Kementerian ESDM untuk Samarinda tahun 2025–2026 sebanyak 7.619 SR. proyek yang didanai APBN ini terbagi di dua kawasan yakni 1.126 SR di Kelurahan Sidomulyo, Samarinda Ilir, dan 6.496 SR di Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo