KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Selama 13-15 November di Hotel Mesra, Warisan Nusantara yang digagas Mahakarya Organizer menyedot perhatian publik. Rangkaian acara dirancang bukan hanya untuk pelaku industri pernikahan, tetapi juga pasangan muda dan calon pengantin yang ingin memahami proses pernikahan secara lebih intim dan interaktif.
Owner Mahakarya Organizer Teuku Aziz menjelaskan, festival itu tidak berhenti pada pameran vendor. “Selain workshop, juga ada coaching clinic klien-klien untuk dealing di Mahakarya, dengan dijelaskan servisnya,” ujarnya.
Setiap malam, pengunjung bisa berdialog langsung dengan para vendor unggulan. “Setiap malam kami bantu klien untuk dapat penjelasan owner vendor. Jadi kami kerja sama dengan enam vendor inti pernikahan mulai MUA, gaun, foto video, dekor, catering, dan venue,” katanya.
Di hari kedua, workshop master of ceremony (MC) akad nikah oleh Said Hussein menjadi sorotan utama. “Yang membuat workshop itu beda, ada simulasi prosesi akad nikah, yang disiapkan semuanya, kayak seolah-olah akad nikah, suasana dihadirkan nyata,” ujar Aziz.
Simulasi lengkap dengan pasangan pengantin dan hantaran. “Mau memberi pengalaman untuk MC yang belum pernah handle acara akad nikah. Kalau materi doang kan pasti bosan, jadi ada simulasi,” jelasnya. Hari ketiga diisi dengan workshop makeup oleh Zulfida WK.
Lalu pada hari terakhir, suasana berubah romantis lewat painting date yang melibatkan 41 pasangan. Seluruh pasangan dibekali perlengkapan lukis dengan tema batik. “Ramai banget acaranya, kami ajak 41 pasangan untuk sama-sama punya waktu untuk berdua, ngobrol, melatih kreativitas dan kerja sama, kekompakan, menciptakan keharmonisan,” tuturnya.
Malam puncak ditutup dengan persembahan seni. “Ada namanya Persembahan dari Nusantara. Medley 11 lagu, ada penari juga, ada apresiasi juga dengan vendor yang kerja sama dengan Mahakarya,” ujar Aziz. Acara juga menghadirkan pengundian wedding ring sebagai bentuk apresiasi kepada klien yang deal dengan Mahakarya Organizer.
Festival itu sekaligus uji respons publik. “Persiapan untuk skala besar, Warisan Nusantara ingin melihat respons masyarakat. Dikemas dengan tematik, responsnya ternyata di luar ekspektasi, banyak yang datang,” ucapnya. Efeknya, dia berencana memperluas ruang kolaborasi.
“Antusias tinggi enggak hanya dari klien, tapi juga vendor. Para vendor minta supaya dibuka buat umum, enggak hanya buat enam vendor saja,” tambahnya.
Rangkaian Warisan Nusantara direncanakan menjadi agenda tahunan. Aziz memastikan gelaran berikutnya telah masuk kalender. “Rencana diagendakan tahunan. Skalanya akan lebih besar, dengan vendor lebih banyak,” tutupnya. (adv)
Editor : Dwi Restu A