SAMARINDA- Pembangunan Sports Hub Samarinda yang ada di kompleks GOR Segiri, Kecamatan Samarinda Kota, kembali bergerak menuju garis akhir. Memasuki penghujung 2025, proyek tahap kedua ini sudah menuntaskan lebih dari 93 persen pekerjaan, dan ditarget rampung pada Desember mendatang.
Proyek yang dikerjakan secara bertahap sejak tahun lalu tersebut menghabiskan anggaran Rp 20 miliar pada 2024 dan Rp 19,6 miliar pada tahun ini. Dengan total mencapai Rp 39,6 miliar.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Lanjutan Pembangunan Sports Hub GOR Segiri Samarinda dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda Hendra Irawan menyebut tahun ini fokus pembangunan berada pada penyelesaian struktur atap, pemasangan atap, pekerjaan finishing, serta instalasi mekanikal–elektrikal (ME).
Baca Juga: Persiapan Pembangunan Sekolah Rakyat Dipercepat, Punya RDTR dan KLHS Izin Lingkungan Cukup UKL-UPL
“Progresnya sudah mencapai 93,34 persen. Tantangan terbesar kemarin adalah pemasangan struktur atap karena jangkauan alat berat tidak memadai. Solusinya, kami lakukan erection manual dan tambah tenaga untuk mengejar target. Item itu sekarang sudah selesai,” jelasnya, Jumat (21/11).
Hendra optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu. Ia memastikan tidak ada perangkat IT khusus yang menjadi bagian mandatory dalam paket pekerjaan tahun ini. “Kami on schedule,” tegasnya.
Dari sisi pelaksana lapangan, David Muklason dari PT Loeh Raya Perkasa menjelaskan bahwa sisa pekerjaan kini berfokus pada penyelesaian lantai. Dengan bentuk pekerjaan pemasangan keramik, pelapisan epoxy pada beberapa titik, termasuk setting CCTV untuk area proyek. “Hampir seluruh elemen fasilitas inti sudah terbentuk dan tinggal tahap akhir perapian,” singkatnya.
Baca Juga: Komisi X DPR RI Sampaikan Dukungan Terkait Pelaksanaan TKA
Sports Hub sendiri dirancang sebagai pusat olahraga terpadu yang menggabungkan fasilitas kolam renang, area kebugaran, dan ruang komersial. Dimana, kolam renangnya ada tiga, untuk anak dengan kedalaman 60 sentimeter dan 1 meter, serta kolam untuk dewasa kedalaman 1,5 meter.
Di area belakang ada gym dan sauna. “Sisi depan digunakan untuk area komersial, termasuk ruang untuk aktivitas zumba atau aerobik,” paparnya. Tantangan utama yang sempat memperlambat pekerjaan adalah pemasangan struktur baja. Menurut David, alat berat yang tersedia tidak memiliki jangkauan yang cukup untuk mengangkat material pada titik tertentu.
“Untuk kebutuhan itu minimal crane 100 ton ke atas. Bukan bobot materialnya yang berat, tapi jangkauannya yang tidak sampai. Jadi kami pakai sistem manual dengan tripod dan chain block kapasitas 5 ton,” terangnya. Konsekuensinya, tim harus menambah jumlah pekerja agar jadwal tetap terjaga.
“Alhamdulillah kendala utama sudah terlewati. Kami sejak awal tidak pernah delay dari rencana, jadi optimistis tetap on schedule,” pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki