KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Antusiasme tinggi mewarnai penyelenggaraan 4th Mulawarman International Conference on Tropical Public Health (MICTOPH) yang digelar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman, Kamis (21/11). Sebanyak 512 peserta hadir dari berbagai negara, institusi, dan sektor industri, secara daring.
Tahun ini, MICTOPH mencatat pengiriman 182 abstrak penelitian yang kemudian dipresentasikan melalui sesi oral dan poster. Topiknya beragam, mencakup epidemiologi NCD, promosi kesehatan, risiko lingkungan, kesehatan kerja, digital health, hingga intervensi masyarakat.
“Forum ini jadi wadah penting bagi peneliti muda dan senior untuk memantik kolaborasi,” kata Dekan FKM Unmul, Prof Iwan M. Ramdan.
Enam pembicara kunci dari Malaysia, Australia, dan Indonesia turut hadir. Mereka memaparkan isu strategis penguatan sistem kesehatan tropis, termasuk tantangan implementasi kebijakan dan integrasi pendekatan interdisipliner.
MICTOPH juga mendapat dukungan sponsor dari berbagai perusahaan seperti PT Baramulti Sukses Sarana, PT Lana Harita Indonesia, PT Pertamina EP Zona 9, PT Daya Hidup Semesta, dan Fit Hub Hasan Basri. Kolaborasi lintas industri itu menunjukkan besarnya peran sektor nonpemerintah dalam mendukung riset kesehatan masyarakat.
Rektor Unmul, Prof Abdunnur, mengapresiasi keberlanjutan MICTOPH yang kini berkembang menjadi forum ilmiah bereputasi regional. Ia berharap kolaborasi akademisi lintas negara semakin kuat, terutama untuk pengembangan riset kesehatan tropis dan kebijakan berbasis bukti.
FKM Unmul menargetkan konferensi ini menjadi platform internasional yang konsisten mendorong publikasi ilmiah, inovasi riset, dan jejaring akademik global. “Tujuan akhirnya adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, baik di Indonesia maupun kawasan tropis lainnya,” kata Prof Iwan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo