Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Eks Lokalisasi Loa Hui Kembali Jadi Sorotan: Pemkot Siapkan Telaah untuk Langkah Lanjutan

M Hafiz Alfaruqi • Jumat, 21 November 2025 | 18:16 WIB

Permukiman di kawasan eks lokalisasi Loa Hui, Kelurahan Harapan Baru kembali menjadi sorotan usai operasi gabungan menjaring ratusan perempuan tanpa identitas domisili Samarinda.
Permukiman di kawasan eks lokalisasi Loa Hui, Kelurahan Harapan Baru kembali menjadi sorotan usai operasi gabungan menjaring ratusan perempuan tanpa identitas domisili Samarinda.
 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kawasan Loa Hui, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, kembali menjadi sorotan. Wilayah yang bertahun-tahun dikenal sebagai eks lokalisasi dan dinyatakan tidak beroperasi itu ternyata kembali aktif menjalankan praktik prostitusi.

Fakta itu terungkap setelah operasi razia gabungan Satpol PP Samarinda pada Minggu (16/11/2025) dini hari yang mengamankan 122 perempuan tanpa identitas domisili Samarinda serta ratusan botol minuman keras. Menindaklanjuti temuan tersebut, Pemerintah Kota Samarinda menggelar Rapat Koordinasi Pembahasan Eks Lokalisasi Loa Hui di Kantor Inspektorat pada Jumat (21/11).

Plt Asisten I Sekretariat Daerah, Asli Nuryadin menegaskan temuan operasi gabungan me       nemukan praktik prostitusi di Loa Hui kembali berkembang. “Padahal di sana sudah dibangun SMP 43, dan insyaallah Juni 2026 sudah mulai operasional sekolahnya,” ujar Asli, Jumat (21/11).

Lebih jauh ia mengungkapkan, seluruh perempuan yang terjaring berasal dari luar Samarinda. “Yang dirazia kemarin tidak punya domisili di sana. Orang luar semua, perempuan semua lagi. Sehingga itu mau kita tertibkan,” tegasnya.

Pemkot masih memfokuskan inventarisasi data dan masukan dari camat, lurah, hingga unsur keamanan. Seluruh dokumen hasil operasi dan bukti-bukti pendukung telah terkumpul dan akan dirangkum ke dalam resume rapat serta akan ditelaah sebelum dilaporkan ke Wali Kota Samarinda. “Kita buat telaah dulu, lapor Pak Wali. Paling tidak ada tahapan berikutnya,” jelasnya.

Asli juga menyampaikan bahwa unsur TNI, Polri, dan Satpol PP memberikan dukungan penuh untuk langkah penertiban berikutnya. Penegakan terhadap aktivitas ilegal di kawasan itu dianggap penting, tidak hanya karena temuan prostitusi tetapi juga peredaran minuman keras. “Kalau sudah ditutup, tidak boleh lagi ada aktivitas apa pun. Harus kita jaga dan awasi,” kata Asli.

Terkait langkah konkret setelah rapat, Asli menyebut pemerintah belum mengambil keputusan final sebelum laporan resmi disampaikan kepada Wali Kota. Namun ia memastikan proses tersebut berjalan cepat. “Resume rapat disusun oleh bagian Kesra. Minggu-minggu ini dilaporkan ke Pak Wali Kota,” ujarnya.

Dengan sekolah baru yang segera beroperasi dan target penertiban penuh, masa depan kawasan Loa Hui kini kembali dalam pengawasan ketat. Pemerintah memastikan tidak ingin wilayah itu kembali menjadi pusat praktik prostitusi seperti masa lalu. (*)

Editor : Sukri Sikki
#Pemerintah Kota Samarinda #Harapan Baru #lokalisasi