KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Rencana perluasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Salehuddin II ()AMS atau RS Korpri mulai bergerak lebih konkret. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim menargetkan seluruh dokumen perencanaan tuntas akhir tahun ini, sehingga pembangunan bisa langsung dikebut awal 2026. Proyek ini disiapkan untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat di wilayah Samarinda.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menyebutkan bahwa pemerintah provinsi telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 200 miliar untuk pembangunan gedung baru tersebut. Namun untuk pengerjaannya, kewenangan diberikan kepada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim. “Untuk perencanaan dan anggaran dari kami, tapi pengerjaannya akan dilakukan oleh PUPR-Pera Kaltim,” ujarnya dikonfirmasi, Senin (24/11).
Saat ini tahapan proyek masih berada pada penyusunan feasibility study (FS), masterplan, dan Detail Engineering Design (DED). Ketiga dokumen teknis itu menjadi dasar bagi seluruh proses pembangunan dan penentuan kapasitas gedung baru. Jaya menargetkan seluruhnya rampung pada Desember. “Mudah-mudahan di awal Januari 2026 groundbreaking sudah bisa dilakukan,” singkatnya.
Pembangunan gedung baru tersebut diperkirakan berlangsung tiga hingga empat bulan, mengingat struktur bangunan direncanakan berbentuk gedung layanan tambahan yang dapat dipercepat konstruksinya. Setelah selesai, ruang-ruang baru akan langsung diisi alat kesehatan. “Harapannya akhir 2026 sudah terisi, dan di tahun 2027 gedung baru sudah memberikan pelayanan kepada masyarakat,” singkatnya.
Salah satu yang mendorong urgensi perluasan ini adalah keterbatasan kapasitas tempat tidur. RSUD Aji Muhammad Salehuddin II saat ini hanya memiliki sekitar 200 tempat tidur. Dengan perluasan, ditargetkan ada tambahan 300 tempat tidur baru, sehingga total kapasitas dapat mencapai 500. “Itu angka yang menurut kami ideal untuk mengimbangi kebutuhan pelayanan di kawasan ini,” katanya.
Menurut Jaya, peningkatan kapasitas bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas layanan. Gedung baru akan dirancang untuk mendukung fasilitas unggulan rumah sakit, sekaligus mengatasi kepadatan pasien yang selama ini menjadi keluhan. Selain ruang rawat inap, perluasan ini juga membuka peluang penambahan ruang penunjang seperti laboratorium, radiologi, hingga instalasi rawat intensif.
Ia menegaskan bahwa perluasan rumah sakit menjadi bagian dari strategi besar Pemprov Kaltim meningkatkan akses kesehatan, terutama menjelang masa transisi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Mobilitas penduduk dan kebutuhan layanan kesehatan diprediksi ikut meningkat. “Kami siapkan dari sekarang agar layanan publik tetap kuat,” pungkasnya.
Sementara itu di lapangan aktivitas pematangan lahan terlihat di sebelah RSUD Aji Muhammad Salehuddin II tepatnya, Jalan Wahid Hasyim Kelurahan Sempaja Selatan depan Kompleks GOR Kadrie Oening (GKO). Menurut warga pematangan tersebut sudah dimulai, kurang dari satu bulan lalu. (*)
Editor : Ismet Rifani