KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Operasi Zebra Mahakam 2025 kembali mengungkap potret klasik pelanggaran lalu lintas di Samarinda. Dalam razia hari kedelapan yang digelar Satlantas Polresta Samarinda di simpang Jembatan Flyover, petugas menemukan mayoritas pelanggar justru para pelajar.
Kanit Turwali Satlantas Polresta Samarinda, Iptu Ismail Marzuki mengatakan, banyak pelajar yang terjaring lantaran tidak mengenakan helm saat berkendara. Bahkan, beberapa membawa helm tetapi enggan memakainya.
“Total pelanggar hari ini ada 49 kendaraan. Dari jumlah itu, 21 sepeda motor kami amankan. Rata-rata pelajar dan masih di bawah umur,” ungkap Ismail, Senin (24/11).
Dia menegaskan, pelajar yang berkendara tanpa SIM dan helm sangat rentan menjadi korban fatalitas kecelakaan. “Kami imbau adik-adik pelajar, kalau belum cukup umur jangan membawa motor. Kalau pun sudah punya SIM, wajib pakai helm,” tegasnya.
Ismail membeberkan, selama delapan hari Operasi Zebra berlangsung, total 289 pelanggar telah ditindak. Jenis pelanggaran didominasi aksi melawan arus, tidak menggunakan helm, serta penggunaan knalpot brong yang mengganggu ketertiban.
Operasi Zebra Mahakam akan terus digencarkan selama masa pelaksanaan. Polisi memastikan penindakan tidak hanya menyasar pelanggaran kasatmata, tetapi juga perilaku berkendara yang berpotensi memicu kecelakaan. "Operasi masih dilakukan, dan menyasar 8 pelanggar," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A