KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pembangunan ulang SMP Negeri 5 Samarinda di Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, akhirnya tuntas dan diresmikan Wali Kota Samarinda Andi Harun, Selasa (25/11).
Sekolah ini sebelumnya luluh lantak akibat kebakaran pada Maret 2024 lalu, membuat proses belajar sempat berlangsung di tenda darurat dan ruang-ruang sementara.
“Hari ini kami meresmikan gedung SMP 5 yang dibangun sejak 2024 sampai 2025. Pembangunannya memang dua tahun karena APBD Samarinda banyak kebutuhan, sementara anggarannya terbatas, sehingga harus bertahap,” ujar Andi Harun, Selasa (25/11).
Ia menjelaskan pembangunan pada 2024 mendapat alokasi Rp 9,5 miliar, disusul Rp 22,9 miliar pada 2025 yang terdiri dari Rp 14,4 miliar bantuan keuangan (bankeu) Prov Kaltim dan Rp 8,5 miliar APBD Samarinda. Selain itu, Rp 2 miliar dari APBD 2025 dialokasikan untuk meubelair dan alat peraga pendidikan.
Andi Harun memastikan seluruh pekerjaan utama telah tuntas, tersisa penyelesaian area paving di pintu masuk yang harus rampung sebelum 31 Desember. Dengan gedung baru ini, tantangannya adalah meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Kami berharap SMP 5 menjadi sekolah yang pertama beradaptasi dengan teknologi pendidikan dan bagian dari transformasi pendidikan di Samarinda,” tegasnya.
Dalam dialog dengan siswa, Andi menerima sejumlah permintaan, seperti pembangunan musala, kantin, dan penambahan pohon. Permintaan terakhir disebutnya sangat menggugah.
“Pohon itu refleksi siswa yang mencintai lingkungan. Itu juga sejalan dengan kebiasaan kami pribadi, ketika membangun gedung, agar minta pohonnya rindang. Bukan ditebang, malah ditambah. Di sekolah terpadu (Sungai Kunjang) juga kami minta ditambah pohon. Tiga permintaan itu akan kita akomodasi pada 2026,” tegasnya.
SMP 5 yang kini telah berdiri kembali memiliki enam bangunan dua lantai, 28 ruang kelas baru, dua laboratorium, satu perpustakaan, ruang UKS, ruang kantor, serta 41 unit toilet. Saat ini sekolah menampung 789 siswa. “Kami berharap fasilitas ini dirawat agar awet dan memberi manfaat jangka panjang bagi pendidikan di Samarinda,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo