KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Rencana relokasi SMP 48 Samarinda akhirnya menemukan titik terang. Setelah rapat bersama Wali Kota Samarinda Andi Harun, pemkot menetapkan lokasi baru sekolah yang berdiri sejak 2019 itu berada di kawasan Gedung Bulu Tangkis Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), di Jalan Kemakmuran, Kecamatan Sungai Pinang.
Plt Asisten I Sekretariat Daerah Kota Samarinda Asli Nuryadin mengungkapkan, penentuan lokasi tersebut sudah melalui pembahasan panjang bersama tim aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Syarat utama yang dipertimbangkan adalah lokasi tidak jauh dari sekolah asal agar tetap mudah dijangkau siswa.
“Teman-teman aset dan BPKAD sudah mencari alternatif lokasi. Tadi disampaikan area sekitar gedung bulu tangkis KNPI, dan itu disetujui pak wali. Jadi sementara lokasi resminya di sana,” jelas Asli saat ditemui di Balai Kota, Selasa (25/11).
Sebelumnya terdapat beberapa alternatif yang diajukan, termasuk lokasi di Gang Menanti. Namun, hasil peninjauan menunjukkan bahwa kawasan tersebut berupa cekungan dan rawan banjir. “Ada dua atau tiga usulan sebelumnya. Tapi setelah dicek memang kurang cocok. Karena itu diputuskan yang di KNPI agar lebih bagus nantinya,” tambahnya.
Pemkot kini bersiap masuk ke tahap lanjutan, yakni peninjauan dan penyusunan ulang desain bangunan. Pengerjaan fisik direncanakan dimulai tahun depan, menyesuaikan ketersediaan anggaran. “Tentu pengerjaannya tahun depan. Yang penting sekarang kami review dulu desainnya. Untuk anggarannya nanti dilihat dari konsultan yang menyusun dan kemampuan APBD kita,” ucap Asli.
Relokasi di gedung bulu tangkis KNPI juga disebut tidak memerlukan pembebasan lahan. Sebab, aset tersebut merupakan milik Pemkot Samarinda, dan kondisinya saat ini tidak lagi difungsikan secara optimal. “Sepertinya tidak ada pembebasan lahan. Gedung bulu tangkis itu aset pemkot dan sudah tidak terawat juga,” tegasnya.
Dengan penetapan lokasi itu, pemkot berharap SMP 48 akhirnya bisa memiliki gedung mandiri setelah enam tahun menumpang di kompleks dua SD negeri lainnya. (*)
Editor : Dwi Restu A