Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Rencana Revitalisasi Pasar Segiri Dikebut, Desain Rampung tapi Anggaran Masih Diupayakan

M Hafiz Alfaruqi • Rabu, 26 November 2025 | 14:31 WIB
PENATAAN: Rencana revitalisasi Pasar Segiri diarahkan menjadi pasar rakyat modern yang tertata, dan diharapkan menjadi ikon perdagangan Samarinda. HAFIZ/KP
PENATAAN: Rencana revitalisasi Pasar Segiri diarahkan menjadi pasar rakyat modern yang tertata, dan diharapkan menjadi ikon perdagangan Samarinda. HAFIZ/KP

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Rencana besar Pemkot Samarinda membenahi Pasar Segiri terus bergerak. Meski kondisi fiskal sedang masuk masa efisiensi, pemerintah memastikan konsep revitalisasi tetap berjalan. Bahkan detail engineering design (DED) disebut sudah matang. Namun, kepastian relokasi pedagang hingga sumber pendanaan pembangunan masih dalam tahap perumusan.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy menegaskan, belum ada persetujuan resmi pemindahan pedagang Pasar Segiri ke eks Bandara Temindung. Semua rencana, kata dia, masih dalam proses penyesuaian dengan kondisi anggaran.

“Belum. Kami sekarang semua bergerak, dalam posisi efisiensi. Tapi kami tetap mencari jalur lain. Mudah-mudahan pemerintah pusat bisa bantu lewat kementerian perdagangan. Ada Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik di sana, siapa tahu nanti bisa dibantu,” ujarnya.

Namun, seluruh agenda perencanaan berjalan. Mulai konsep revitalisasi, penataan interior pasar, hingga penentuan lokasi relokasi sementara pedagang. “Dilihat nanti pedagang dipindahkan ke mana. Bisa ke Segiri 2 di Jalan DI Panjaitan, atau alternatif lain yang lagi dipertimbangkan. Ini beda dengan Pasar Pagi ya, karena Pasar Segiri itu kan pasar basah, beroperasi 24 jam, aktivitasnya besar sekali,” jelasnya.

Terkait sumber pendanaan revitalisasi Pasar Segiri, Marnabas menegaskan pemkot masih membuka berbagai kemungkinan. Menurutnya, bantuan dari pemerintah pusat tetap menjadi opsi, terutama jika melihat kondisi transfer ke daerah pada 2026. Dia menekankan bahwa perencanaan pembangunan harus disiapkan dengan banyak alternatif, agar tetap berjalan tanpa melanggar ketentuan.

Pasar Segiri merupakan pasar strategis bagi Kota Tepian. Pasokan komoditas utama mulai dari kentang, kol, bawang, hingga cabai yang mengalir lewat pasar tersebut sebelum distribusi ke berbagai daerah sekitar. Karena itu, perbaikan harus dihitung matang. “DED-nya sudah matang. Tinggal tunggu dana saja,” kata Marnabas.

Mengenai desain pasar baru, Marnabas memastikan tampilannya akan lebih tertata dan medern. Berbeda dari konsep semi-mal Pasar Pagi, Pasar Segiri versi baru akan lebih dekat dengan karakter pasar rakyat dengan pembagian area mulai pedagang ikan, sayur, hingga kebutuhan pokok lainnya. “Desainnya tetap bagus, jangan ragukan. Tapi beda dengan Pasar Pagi. Ini pasar rakyat, dominan untuk kebutuhan bapokting,” terangnya.

Soal penganggaran, revitalisasi Pasar Segiri masih diusulkan masuk APBD 2026. Namun, angka anggarannya masih terus ditekan agar sesuai kemampuan daerah. Sebelumnya, estimasi Disdag menilai revitalisasi tembus hingga Rp 300 miliar, sementara target yang diinginkan pemkot berada di kisaran Rp 200 miliar.

“Sedang direvisi lagi. Masih di atas 200 miliar. Targetnya 200 miliar. Kami harus pintar-pintar. Walau APBD terbatas, pemkot punya banyak cara dan optismistis,” pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#Pasar Segiri #anggaran #revitalisasi #samarinda