Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

MBG Membantu Siswa di Samarinda Lebih Hemat, Budaya Menabung Mulai Terbentuk

Eko Pralistio • Jumat, 28 November 2025 | 20:15 WIB
BERMANFAAT: MBG yang menjadi program andalan Presiden Prabowo Subianto tak hanya berdampak di sektor kesehatan. Kini budaya menabung pelan-pelan dilakukan siswa.
BERMANFAAT: MBG yang menjadi program andalan Presiden Prabowo Subianto tak hanya berdampak di sektor kesehatan. Kini budaya menabung pelan-pelan dilakukan siswa.

SAMARINDA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto mulai dirasakan manfaatnya oleh siswa di sejumlah sekolah di Samarinda. Di SMA 2 Samarinda, program tersebut sudah berjalan sejak Senin (25/8) dan hingga kini masih mendapatkan respons positif dari para siswa.

Tim Kesiswaan SMA 2 Samarinda, Rosma, menjelaskan antusiasme siswa tidak pernah surut sejak hari pertama program dijalankan. Sekolah tersebut menerima 1.079 porsi MBG setiap hari, yang dibagikan secara rutin dari Senin hingga Jumat menggunakan wadah ompreng stainless.

“MBG dikemas dalam ompreng stainless dan dibagikan setiap pagi. Menu makanan pun terus berganti setiap hari sehingga siswa tetap antusias,” ujar Rosma saat ditemui Jumat (28/11).

Menurutnya, variasi menu menjadi salah satu alasan program ini disukai. Nasi putih sesekali diganti nasi kuning atau nasi gurih, sementara lauk pauk mulai dari ayam rica-rica, ayam goreng, ikan dori, hingga patin disajikan bergantian. Sayur dan buah juga disesuaikan dengan kebutuhan gizi, seperti jeruk, melon, semangka, dan kelengkeng.

Program ini mulai dirasakan manfaatnya bukan hanya dalam aspek kesehatan, tetapi juga dalam membantu kondisi ekonomi keluarga siswa. Rosma menilai keberagaman ekonomi orang tua siswa SMA 2 membuat program ini sangat relevan.

“Karena latar belakang ekonomi siswa berbeda-beda, MBG sangat membantu. Mereka yang uang jajannya terbatas bisa terbantu, orang tua juga lebih hemat karena tidak perlu menyiapkan bekal ataupun uang jajan setiap hari,” jelasnya.

Rosma mengungkapkan, ompreng MBG diantar ke sekolah sekitar pukul 07.30 Wita dan sekolah menyiapkan meja di depan kelas untuk distribusi. Ketua kelas atau siswa piket bertugas mengambil makanan dan membaginya ke teman-teman sekelasnya.

“Setelah makan, ompreng dikumpulkan kembali di meja depan kelas, lalu diserahkan saat petugas menjemput,” tambahnya.

Sebelum program berjalan, pihak sekolah dan tim MBG juga telah mendata siswa yang memiliki alergi makanan untuk mencegah risiko kesehatan. Meski demikian, tidak semua siswa selalu memakan menu MBG setiap hari.

“Kadang ada satu dua siswa yang tidak ingin makan, jadi MBG-nya diberikan kepada temannya. Dia sendiri memilih ke kantin, tapi itu tidak sering terjadi,” ucap Rosma.

SMA 2 Samarinda memiliki 1.079 siswa, terdiri dari 380 siswa kelas X, 356 siswa kelas XI, dan 343 siswa kelas XII. Mayoritas berasal dari Kecamatan Sungai Pinang.

Program MBG yang terus berjalan di sekolah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kecukupan gizi siswa, tetapi juga menumbuhkan budaya hemat dan menabung sebuah kebiasaan positif yang perlahan mulai terbentuk sejak program ini hadir.

 

Editor : Muhammad Ridhuan
#menabung #Makan Bergizi Gratis #prabowo subianto #samarinda #Mbg #ompreng