KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah berjalan di SMA 2 Samarinda kian terasa manfaatnya.
Salah satu yang merasakannya adalah Muhammad Raditya Lukmana, siswa kelas XII H. Ia berpendapat bahwa program itu benar-benar mengubah dirinya. Kini, ia lebih mampu mengatur uang saku hingga pola makan harian.
Sebelum program itu berjalan, uang saku Raditya kerap habis untuk belanja makanan di kantin sekolah. Namun kini pola pengeluarannya itu berubah.
"Saat MBG berjalan, manajemen uang saku lebih terkontrol. Biasanya habis buat makan, tapi sekarang bisa dibuat kebutuhan lain," ucapnya, Jumat (28/11).
Baca Juga: Borneo FC Siapkan Antisipasi Jelang Hadapi Bali United di Stadion Segiri
Keperluan lain yang dimaksud Raditya ialah membeli alat sekolah, membayar keperluan melas, sampai menabung kecil-kecilan yang diproyeksikan sebagai kebutuhan mendadak.
Dengan adanya MBG, ada perubahan yang cukup signifikan lantara pengeluaran hariannya menjadi lebih stabil dan tidak boros seperti saat program MBG belum berjalan.
Terkait menu MBG, Raditya membeberkan bahwa pergantian menu setiap hari itu membuat siswa tidak cepat bosan. Bagi dia, variasi menu berdampak positif bagi siswa.
“Menu yang berubah-ubah itu bagus. Kami jadi nggak bosan. Tapi ada beberapa hari lauknya terasa kurang cocok atau porsinya kurang seimbang,” ujarnya.
Raditya menyarankan agar variasi lauk diperbanyak dan dapat disesuaikan dengan selera mayoritas siswa di sekolah tersebut. Juga ditambah dengan buah-buahan segar. "Kalau bisa buahnya ditambah variasinya," celetuknya.
Dari sisi kesehatan, pria yang akrab disapa Radit itu mengatakan terjadi perubahan pada pola hidupnya.
Sebelum ada program MBG, ia jarang sarapan lantaran terburu-buru ketika berangkat ke sekolah, atau demi menghemat uang. Setelah ada MBG, pola makannya jadi lebih teratur.
"Energi untuk belajar juga lebih stabil, makan juga tidak ragu, karena kan gratis," ungkapnya.
Meski belum mengetahui secara rinci kandungan gizi dari menu MBG, Radit menilai, komposisi menu yang disediakan sudah baik.
Ada karbohidrat, lauk berprotein, dan sayuran di dalamnya. Tapi dia berharap porsi protein bisa ditambah serta pilihan buah lebih beragam agar cakupan gizinya semakin optimal.
Bagi Radit, MBG telah memberi dampak besar. Siswa jadi lebih sehat, energi belajar lebih stabil, dan beban ekonomi harian menjadi lebih ringan.
“Intinya, semoga program ini tetap konsisten memberikan manfaat bagi kami. Biar siswa lebih sehat dan semangat belajar,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.