Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Hujan Deras di Sabtu Pagi Picu Genangan di Loa Janan Ilir, BPBD Samarinda Kerahkan Perahu Karet untuk Evakuasi Warga

Denny Saputra • Minggu, 30 November 2025 | 19:14 WIB

 

BANTU: Tim BPBD Samarinda membawa perahu karet untuk membantu warga yang memerlukan evakuasi, di perum Haji Saleh, Kecamatan Loa Janan Ilir, Sabtu (29/11).
BANTU: Tim BPBD Samarinda membawa perahu karet untuk membantu warga yang memerlukan evakuasi, di perum Haji Saleh, Kecamatan Loa Janan Ilir, Sabtu (29/11).

SAMARINDA - Hujan intens yang mengguyur sebagian wilayah Kota Samarinda pada Sabtu (29/11) pagi, memicu genangan di sejumlah titik, terutama di Kecamatan Loa Janan Ilir. Dua kelurahan, yakni Tani Aman dan Simpang Tiga termasuk yang paling terdampak, dengan ratusan warga di bantaran Sungai Loa Lah terpaksa menghadapi banjir sejak malam hari.

Sungai Loa Lah, salah satu anak sungai Loa Janan yang bermuara ke Sungai Mahakam, meluap setelah hujan tak kunjung reda. Air cepat menggenangi permukiman dan jalan lingkungan. Di Kelurahan Tani Aman, genangan merata hingga Perumahan Haji Saleh RT 03 Blok E. Data sementara mencatat 110 KK dengan 326 jiwa terdampak, dengan ketinggian air berkisar 30–50 cm. Menukil data Pusdalops BPBD Samarinda bahjan di Tani Aman korban mencapai 2.300 KK atau sekitar 6.000 jiwa.

Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Samarinda Edy Susanto membenarkan penanganan darurat yang dilakukan sejak Sabtu malam. “BPBD menurunkan perahu karet untuk membantu warga yang memerlukan evakuasi. Tim mulai bergerak sejak pukul 21.40 Wita hingga selesai,” ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (30/11).

Pada Minggu sore, kondisi di beberapa kelurahan mulai membaik. Berdasarkan pantauan perangkat kelurahan hingga pukul 15.48 Wita, Kelurahan Sengkotek dan Harapan Baru dilaporkan aman, karena hujan yang mengguyur pada Sabtu pagi membuat air sempat naik, namun sudah surut pada sore harinya. Di Rapak Dalam, debit air di Jalan KH Harun Nafsi juga berangsur surut tanpa menyisakan genangan di badan jalan.

Namun kondisi berbeda terlihat di Simpang Tiga dan Tani Aman. Di Simpang Tiga RT 20, tercatat 85 rumah dan bangsal terdampak. Ketinggian air di jalan mencapai 20–30 cm, dan sekitar separuh rumah warga sempat kemasukan air sebelum akhirnya berangsur turun.

Di Tani Aman, terutama RT 02, air sempat masuk ke rumah warga dan menggenangi drainase lingkungan. Sampai Minggu sore, saluran ini masih penuh sehingga proses surut berlangsung lambat.

Edy menyebut, atas kondisi ini, dari laporan yang diterima, pihak kecamatan dan kelurahan telah mengirimkan surat resmi ke PUPR Provinsi, PUPR Kota, dan BWS Kalimantan IV. Mereka meminta percepatan penanganan banjir melalui normalisasi drainase hulu dari arah UINSI di Jalan HAM Rifaddin menuju folder Barito di kelurahan Simpang Tiga, pengerukan sedimentasi folder, serta perbaikan pintu kontrol yang mengarah ke Jalan Barito dan Perumahan Haji Saleh (RT 02-03 Tani Aman).

Selain itu, mereka juga mengusulkan normalisasi aliran di RT 17, 18, dan 20 Kelurahan Simpang Tiga yang fungsinya terganggu oleh bangunan warga di bagian hilir.

“Kami sudah laporkan pimpinan, mengingat upaya ini diharapkan bisa mempercepat aliran air dan mencegah genangan berulang, terlebih kawasan Loa Janan Ilir menjadi salah satu titik rawan banjir setiap hujan berdurasi panjang,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#banjir #loa janan ilir #UINSI #bpbd samarinda