Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Satpol PP Samarinda Amankan Ibu Diduga Eksploitasi Empat Anak untuk Mengemis

Denny Saputra • Kamis, 4 Desember 2025 | 17:39 WIB
IBA: Anis Siswantini (duduk) mendampingi empat anak bersama ibunya yang diamankan karena mengemis di simpang Jalan Harun Nafsi-Jalan APT Pranoto Kelurahan Rapak Dalam
IBA: Anis Siswantini (duduk) mendampingi empat anak bersama ibunya yang diamankan karena mengemis di simpang Jalan Harun Nafsi-Jalan APT Pranoto Kelurahan Rapak Dalam

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Dugaan eksploitasi anak kembali mencuat di Samarinda. Tim Satpol PP mengamankan seorang ibu dan empat anaknya yang kedapatan meminta-minta di simpang Jalan APT Pranoto-Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, Rabu (3/12) malam. Pengamanan dilakukan setelah laporan warga yang resah melihat anak-anak di bawah umur mengemis hingga larut malam.

Kepala Satpol PP Samarinda Anis Siswantini melalui Kasi Operasional Satpol PP Samarinda Muhammad Surya menjelaskan laporan masuk sekitar pukul 22.40 Wita. Warga melihat empat anak kecil mengemis di lampu merah, sementara ibunya mengawasi dari kejauhan. “Dan yang miris, ternyata ada orang tuanya yang memantau aktivitas itu. Setelah kami cek, benar ada kegiatan meminta-minta,” ujarnya, Kamis (4/12).

Petugas kemudian mengamankan ibu berinisial Hal (43) beserta empat anaknya, masing-masing Ic (12), It (11), Au (7), dan Ak (6). Mereka dibawa ke kantor Satpol PP untuk pemeriksaan awal. “Semalam kami amankan, pagi ini sudah proses berita acara untuk tipiring. Setelah selesai, mereka akan kita serahkan ke Dinsos untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Dari pemeriksaan, terungkap modusnya sederhana, anak-anak diminta mengemis di tiga kaki simpang, sementara sang ibu menunggu tidak jauh dari lokasi. Uang hasil meminta-minta diserahkan ke ibunya. Saat dimintai keterangan, Hal mengaku suaminya sedang sakit. Namun, pada pagi harinya sang suami justru datang ke kantor Satpol PP dalam kondisi sehat untuk mendampingi keluarganya. “Itu yang bikin bingung, karena dia sebenarnya sehat dan tidak bekerja,” keluhanya.

Surya menambahkan, warga sekitar juga disebut sudah lama resah. Selain tinggal di Gang Rukun, Jalan Harun Nafsi, gaya hidup keluarga itu sering menimbulkan perhatian.

“Masyarakat juga tidak tega, karena anak-anak itu bahkan disuruh berhenti sekolah. Anak paling kecil sampai menangis minta pulang saat kita amankan,” ungkapnya.

Surya menegaskan bahwa kasus ini bukan jaringan eksploitasi, melainkan pemain tunggal. Anak-anak itu benar-benar anak kandung, berbeda dengan kasus lain yang menggunakan anak sewaan. Namun, kondisi tersebut tetap masuk kategori eksploitasi. “Ancaman hukumnya tidak main-main. Kami sudah tegas mengingatkan ibunya, jangan sampai terjadi lagi,” ucapnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak memberi uang kepada pengemis di jalan. Peraturan daerah telah mengatur hal tersebut. “Memberi pun melanggar aturan. Kalau melihat aktivitas mencurigakan, laporkan lewat hotline PPID. Tim kami siap 24 jam,” katanya.

Penanganan kini dilimpahkan ke Dinas Sosial, termasuk asesmen terhadap kondisi keluarga. Aparat berharap pengalaman ini menjadi titik balik agar eksploitasi terhadap anak bisa berhenti. “Kita lihat saja ke depan. Yang jelas, kami bertindak karena kalau tidak, justru petugas yang disalahkan,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#satpol pp samarinda #Anis Siswantini #pengemis anak dan ibu