Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sungai Karang Mumus Dibersihkan Lagi: Wakil Wali Kota Soroti Kesadaran Warga

Denny Saputra • Minggu, 7 Desember 2025 | 12:20 WIB

 

Saefuddin Zuhri (depan) memegang jaring pengangkut sampah dalam kegiatan pembersihan sampah sungai Karang Mumus, Sabtu (7/11).   
Saefuddin Zuhri (depan) memegang jaring pengangkut sampah dalam kegiatan pembersihan sampah sungai Karang Mumus, Sabtu (7/11).  
 

SAMARINDA - Aksi yang berpusat di tepi SKM Jalan Ruhui Rahayu, Kelurahan Gunung Kelua, sebelah Edu Park Samarinda itu melibatkan nelayan, relawan, mahasiswa, hingga pelaku usaha.

Selain memungut sampah, beberapa agenda tambahan juga digelar untuk memperkuat upaya pemulihan ekosistem sungai. Pada kegiatan bulan ke-12 ini, Pemkot menambah rangkaian aksi lapangan dengan penyerahan lima unit dump truk dari Dinas PU kepada DLH Samarinda.

Upaya penghijauan turut dilakukan lewat penanaman pohon ketapang kencana di bantaran sungai. “Lalu kita menabur seribu benih ikan matin dan menuangkan sekitar 50 liter eko-enzim ke aliran Karang Mumus,” ujar Kepala BPBD Samarinda yang juga Plt Kepala DLH, Suwarso.

Ia menegaskan bahwa rangkaian ini dirancang sebagai satu paket pemulihan ekologi. Kegiatan utamanya tetap pengumpulan sampah, dengan totalnya mencapai 1,1 ton. “Jumlah sampah yang diakut naik dari bulan lalu yang sekitar 500 kilogram,” sebutnya.

Suwarso menekankan, kenaikan volume sampah harus dibaca sebagai dorongan untuk meningkatkan kesadaran publik. Menurutnya, bersih-bersih sungai bukan seremoni. “Ini bagian dari kampanye. Mengedukasi masyarakat bahwa sungai adalah sumber kehidupan yang harus dijaga,” ucapnya.

Ia menyebut kebersihan aliran sungai berkontribusi langsung pada mitigasi banjir. “Kalau alirannya lancar, tidak ada sumbatan, risikonya bisa ditekan,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, yang turut menyusuri sungai, menyebut beberapa segmen bantaran mulai terlihat rapi setelah sampah diangkat dan rumput liar dibersihkan dari dinding turap. Walaupun masih ada titik yang belum maksimal karena sampahnya terlalu banyak.

“Harapan kami , Sungai Karang Mumus bisa benar-benar jadi ruang publik yang nyaman, bahkan berpotensi jadi tempat wisata,” sebutnya.

Di sisi lain, pemkot masih menghadapi kendala tata ruang, terutama keberadaan rumah-rumah yang menjorok ke badan sungai. Terkait masalah itu, Saef menegaskan, langkah penanganannya akan dirumuskan bersama PUPR.

“Sudah ada turap dari pemkot dan Balai Wilayah Sungai. Nanti pola penyelesaiannya akan dikomunikasikan agar tidak berbenturan dengan penataan yang sudah berjalan,” tandasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#Sungai Karang Mumus #saefuddin zuhri #Suwarso #Dinas Lingkungan Hidup (DLH)