Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Usaha Madu Kelulut hingga Rewang Raih Berbagai Penghargaan: Kelurahan Dadi Mulya Tampilkan Praktik Baik BBGRM 2025

Denny Saputra • Minggu, 7 Desember 2025 | 13:00 WIB

 

Achmad Suriyani (ketujuh kanan) bersama warga RT 17 kelurahan Dadi Mulya, dalam kegiatan gorong royong rutin beberapa waktu lalu.   
Achmad Suriyani (ketujuh kanan) bersama warga RT 17 kelurahan Dadi Mulya, dalam kegiatan gorong royong rutin beberapa waktu lalu.  
 

SAMARINDA - Berbagai inovasi pemberdayaan masyarakat kembali disorot pemerintah kota, terutama lewat penguatan peran RT dan kelurahan. Kelurahan Dadi Mulya Kecamatan Samarinda Ulu keluar sebagai terbaik pertama pada ajang Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) 2025.

Apresiasi itu diserahkan langsung Wakil Wali Kota Samarinda bersamaan dengan pembukaan Bimtek Prodeskel–EPDeskel 2025. Lurah Dadi Mulya Achmad Suriyani menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan peran seluruh RT di Samarinda.

Pemerintah menilai Dadi Mulya mampu menghadirkan praktik gotong royong yang konsisten di hampir semua wilayah. “Ini menunjukkan bahwa kolaborasi warga masih menjadi modal sosial terkuat,” ucapnya, dikonfirmasi, Minggu (7/12).

Dia menjelaskan saat proses penilaian beberapa bulan lalu, pihaknya menampilkan program yang dinilai paling lengkap dan hidup, mulai dari ekonomi, sosial, hingga keagamaan. Setiap RT disebut aktif menginisiasi kegiatan berbasis swadaya. “Wilayah kami memang didorong menjadi percontohan secara menyeluruh bagi seluruh RT,” ucapnya.

Salah satu praktik ekonomi unggulan terlihat di RT 31 yang mengembangkan produksi madu kelulut sebagai produk khas. Sementara RT 1, 2, dan 3 mempertahankan tradisi sosial berupa rewang untuk menyambut Tahun Baru Islam. “Di RT 40, kegiatan bersholawat rutin digelar dengan swadaya warga,” jelas Achmad Suriyani.

Kelurahan menyebut keberhasilan ini tidak datang dari satu-dua kegiatan, tetapi konsistensi warga yang menjaga gotong royong. Tim kelurahan rutin hadir dalam setiap aktivitas masyarakat sebagai bentuk dukungan langsung. “Kami selalu turun dan hadir, bukan hanya saat lomba, tapi dalam kegiatan harian warga,” tegasnya.

Achmad Suriyani menambahkan bahwa budaya gotong royong yang terbangun tidak boleh padam meski tidak dalam momentum lomba. Warga disebut sudah memiliki kesadaran kolektif untuk terus terlibat dalam kegiatan lingkungan. “Harapan kami ini tumbuh dari warga sendiri, bukan sekadar karena ada penilaian,” ungkapnya.

Sebagai informasi, kegiatan penyerahan penghargaan BBGRM dan pembukaan Bimtek Prodeskel–EPDeskel digelar di Arutalla Ballroom, Gedung B Lantai 4 Kantor Bapperida Samarinda, Rabu (3/12).

Atas prestasi ini juga, sebelumnya, kelurahan Dadi Mulya mendapat Juara 3 tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang diberikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kaltim di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim pada Kamis (20/11) lalu yang diterima oleh lurah Dadi Mulya, Achmad Suryani. (*)

Editor : Sukri Sikki
#gotong royong #samarinda ulu #kelurahan #bulan bakti #madu kelulut