Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Hadapi Cuaca Ekstrem Jelang Nataru, BPBD Samarinda Siapkan Posko Siaga Khusus dan Mitigasi Titik Rawan

Denny Saputra • Senin, 8 Desember 2025 | 17:29 WIB
Kepala BPBD Samarinda Suwarso.
Kepala BPBD Samarinda Suwarso.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemkot Samarinda melalui BPBD mulai melakukan rangkaian mitigasi untuk mengantisipasi potensi bencana di tengah cuaca yang tidak menentu.

Langkah ini diprioritaskan untuk menjaga mobilitas warga, terutama pada titik-titik yang kerap tergenang ketika hujan deras turun. Kepala BPBD Samarinda Suwarso menjelaskan bahwa pihaknya sudah menggelar peralatan, melakukan simulasi.

Serta menyiapkan penanganan cepat di sejumlah lokasi yang menjadi hambatan lalu lintas. “Data kami, potensi genangan yang cukup dalam berada di kawasan Jalan Antasari, Simpang Perumahan Bukit Alaya, hingga Jalan Sentosa serta Simpang Empat Sempaja masih jadi perhatian, meski sekarang lebih cepat surut,” ujarnya, Senin (8/12).

Pemkot juga menyiapkan langkah tambahan sesuai arahan Wali Kota Andi Harun. BPBD diminta mendirikan posko kesiapsiagaan khusus di luar posko terpadu Nataru yang sudah ada.

“Posko ini akan difungsikan secara mandiri untuk menangani potensi bencana hidrometeorologi yang meningkat selama puncak musim hujan,” singkatnya.

Suwarso menyebut arahan tersebut sejalan dengan pesan Mendagri dalam Rakornas 2 Desember lalu, yang menekankan kesiapan menghadapi curah hujan tinggi, cuaca ekstrem dan risiko longsor. “Makanya daerah harus apel kesiapsiagaan, latihan, dan melengkapi peralatan,” terangnya.

BPBD juga melakukan inventarisasi titik rawan yang berpotensi menghambat kelancaran Nataru. Di Samarinda, jalur Jalan P Antasari, Jalan P Suryanata, dan Jalan DI Panjaitan menjadi fokus utama karena menjadi akses strategis menuju Bandara APT Pranoto. Kedalaman genangan di sepanjang jalur itu kerap memutus mobilitas warga saat hujan deras.

Suwarso menyebut kesiapan armada menjadi krusial, bukan hanya dari BPBD tetapi dari seluruh unsur yang bisa terlibat. “Kami siapkan kendaraan dalmas untuk membantu warga menuju bandara. Tidak hanya BPBD, Kodim dan Basarnas pun bisa bergabung,” jelasnya.

Menurutnya, penanganan bencana tidak bisa dibebankan pada satu instansi. Keterlibatan lintas lembaga penting agar respon lebih cepat dan merata pada hari-hari sibuk Nataru.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci, mengingat cuaca ekstrem berpotensi memicu genangan, longsor, dan hambatan lalu lintas dalam waktu yang tidak bisa diprediksi. “Karena bencana itu urusan bersama, kita harus kerja kolaboratif,” tegasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#natal dan tahun baru #hujan #antisipasi #banjir #bencana #cuaca #bpbd samarinda