KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Proses digitalisasi Pasar Pagi segera memasuki tahap krusial. Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda memastikan sistem pendaftaran pedagang berbasis aplikasi siap diluncurkan dalam waktu dekat. Seluruh mekanisme kini telah dirumuskan dan tinggal menunggu penyampaian tutorial resmi kepada para pedagang.
Dalam rapat yang digelar Kamis (11/12) di Balai Kota, Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani menjelaskan bahwa aplikasi bernama “Pasar Pagi” akan menjadi pintu utama bagi pedagang untuk mendaftar, mengisi data, hingga menandatangani surat perjanjian pemanfaatan kios.
“Kami akan umumkan melalui media sosial, website, dan kanal informasi lain. Setelah tutorial dari Diskominfo selesai disampaikan, pedagang sudah bisa mulai mendaftar,” ungkapnya, Kamis (11/12).
Pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara online, tanpa pengumpulan massa. Pedagang tinggal mengakses aplikasi dari mana pun. Kendati begitu, Disdag menyiapkan desk layanan khusus di Pasar Pagi bagi pedagang yang kesulitan menggunakan aplikasi.
“Karena tidak semua pedagang familiar dengan teknologi atau perangkatnya, kami siapkan petugas untuk membantu,” jelasnya.
Tahap awal atau gelombang pertama akan dibuka pada Desember ini, dengan target mendata hampir 2.000 pedagang. Prosesnya dibuat bertahap agar mobilisasi pedagang tetap tertib dan terkontrol. “Tidak bisa langsung ribuan orang sekaligus. Gelombang pertama dulu, lalu berikutnya,” kata Nurrahmani.
Syarat pendaftaran relatif sederhana, yakni mencocokkan legalitas yang sudah diinput Disdag dalam aplikasi dengan dokumen yang dimiliki pedagang. Jika data sesuai, sistem otomatis memberikan status terverifikasi, termasuk penerbitan kartu tanda pengenal pedagang.
Soal pembukaan operasional gedung baru Pasar Pagi, Nurrahmani menyebutkan dapat dimulai pada pekan keempat Desember 2025, meski secara bertahap. “Tidak semuanya langsung masuk. Bergantung penyelesaian pendaftaran dan kesiapan pedagang memindahkan barang,” ujarnya.
Disdag juga memastikan kesiapan sarana pendukung. Petugas kebersihan, keamanan, teknisi listrik, hingga operator lift sudah ditempatkan di lokasi sejak sebulan terakhir. "Petugas sudah standby,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki