KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) yang digelar Satpol PP Samarinda bersama tim gabungan di eks lokalisasi Solong, Kecamatan Sungai Pinang, berakhir nihil. Razia yang berlangsung pada Minggu (14/12) dini hari itu diduga kuat telah bocor sebelumnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana yang tak biasa. Sejumlah rumah yang pada razia sebelumnya, Sabtu (22/11), sempat ramai karena aktivitasnya, kini tertutup rapat. Tak hanya itu, aliran listrik di bangunan-bangunan tersebut juga dimatikan, seolah kawasan itu tak berpenghuni.
Solong sendiri kembali menjadi target operasi setelah adanya laporan masyarakat. Warga mengaku resah dengan aktivitas yang diduga masih berlangsung di kawasan tersebut. Lebih mengkhawatirkan lagi, laporan itu menyebut adanya dugaan keterlibatan anak-anak usia pelajar di dalamnya.
"Lingkungan masyarakat di situ merasa resah karena memang ada anak-anak yang usia sekolah," ungkap Kepala Satpol PP Samarinda Anis Siswantini, Minggu (14/12).
Anis tak menampik saat disinggung operasi itu bocor. Namun, dirinya belum bisa memastikan siapa yang membocorkan. "Kemungkinan kebocoran itu ada, tetapi saya tidak bisa deteksi itu siapa yang bocorkannya," tuturnya.
Anis menegaskan, mengapa dianggap bocor lantaran suasana di eks lokalisasi itu benar-benar rapi. Mulai listrik yang dimatikan, tak ada satu pun orang-orang yang keluar rumah. "Karena pada saat di TKP, sama sekali tidak ada pelanggar. Dan saya tidak yakin, dalam satu komplek tidak ada satu pun pelanggar. Tetapi kalau memang tidak ada, saya bersyukur," imbuhnya.
Ke depan, lanjut Anis, kebocoran operasi itu menjadi catatan. Pihaknya tetap akan melakukan penertiban lantaran masyarakat yang melapor merasa resah. "Itu yang menjadi catatan bahwa mungkin malam hari ini kami belum berhasil, insyaallah kami tidak patah semangat, tetap kami menargetkan kembali," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A