SAMARINDA- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda menyampaikan peringatan dini terkait kondisi cuaca belakangan ini di Kota Samarinda. Meski demikian, hingga pertengahan Desember, cuaca di Samarinda masih terpantau relatif aman dan belum masuk kategori ekstrem.
BMKG menegaskan masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat. Prakirawan Cuaca BMKG Samarinda Gilang Arya menjelaskan bahwa cuaca ekstrem di Kalimantan sebenarnya bukan hal yang jarang terjadi. Namun, BMKG memiliki definisi teknis yang jelas dalam mengategorikan suatu kejadian sebagai cuaca ekstrem, khususnya untuk curah hujan.
“Untuk curah hujan, cuaca ekstrem itu kami definisikan sebagai hujan lebih dari 50 milimeter per hari atau 20 milimeter per jam,” ujarnya, Senin (15/12). Menurut Gilang, di wilayah Kalimantan Timur cukup banyak kejadian hujan dengan intensitas di atas 50 milimeter per hari, sehingga secara teknis dapat dikategorikan sebagai cuaca ekstrem.
Baca Juga: Pertamina Tegaskan Stok Nataru Aman, Imbau Warga Lapor Jika Temukan Tabung Tak Sesuai
Namun, dampak yang ditimbulkan di setiap wilayah berbeda-beda, bergantung pada kondisi lingkungan dan tata kelola wilayah. “Kalau di Samarinda, dampak yang sering muncul biasanya berupa banjir dan tanah longsor, dan itu memang cukup sering terjadi,” terangnya.
Meski demikian, hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, Samarinda belum mengalami curah hujan yang melampaui ambang batas ekstrem tersebut. Data ini menjadi indikator bahwa kondisi cuaca di ibu kota Provinsi Kalimantan Timur masih terkendali. “Beberapa bulan terakhir ini belum ada curah hujan di Samarinda yang lebih dari 50 milimeter per hari, jadi bisa dibilang belum ada cuaca ekstrem dalam kategori ekstrem,” jelasnya.
BMKG juga merilis prakiraan curah hujan berbasis dasarian atau periode 10 harian. Untuk dasarian kedua Desember, yakni tanggal 11 hingga 20 Desember, curah hujan di Samarinda diperkirakan berada pada kategori menengah. “Kami memperkirakan curah hujan dasarian kedua Desember ini berada di kisaran 50 sampai 150 milimeter, dengan peluang lebih dari 80 persen, termasuk untuk wilayah Samarinda,” ungkapnya.
Baca Juga: Pertamina Perkuat Pengawasan LPG, Satu Alat Pengisian di Kukar Dihentikan Sementara
Gilang mengingatkan bahwa meski secara dasarian tergolong menengah, hujan tetap berpotensi terjadi dalam intensitas tinggi pada hari-hari tertentu. Jika akumulasi hujan tersebut turun dalam waktu singkat, maka tetap bisa masuk kategori ekstrem. “Kalau 50 sampai 150 milimeter itu jatuh hanya dalam dua hari, itu sudah bisa disebut hujan ekstrem, karena di atas 50 milimeter per hari,” tambahnya.
Terkait bencana besar seperti yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera, BMKG memastikan kondisi di Samarinda berbeda. Menurut Gilang, bencana di Sumatera dipicu oleh siklon tropis yang diperkuat oleh faktor lingkungan. “Di Kalimantan Timur peluang terbentuknya siklon tropis relatif kecil karena posisinya dekat dengan ekuator, sehingga dampaknya ke Samarinda tidak terjadi secara langsung,” pungkasnya.(*/riz)
Editor : Muhammad Rizki